I CAN SEE…..

February 12th, 2007 by dianeka

Alhamdulillah…tanggal 16 Februari nanti my baby insyaallah genap berusia 10 minggu. Itu berarti..garis batas trimester pertama semakin dekat. Menjelang di usianya yang ke 10 minggu, aku sudah bisa melihat bentuknya dan detak jantungnya.

"Nih..bayi kamu…kalo mo liat detak jantungnya..ini..nih…"om ku yang bertugas sebagai dokter kandungan di Rumah Sakit Pasar Rebo menggerakkan alat USG di perutku. Dan aku bisa melihat gerakan detak jantung itu…Subhanallah…

"Ini…bisa lihat nggak..?"

"Bisa..Om…"

"Kamu harus lihat..biar semangat makannya.."duh..iya om…kalo semangat seh pasti…bagaimana tidak…berat badanku sudah melewati angka 70kg..Padahal..jalan masih panjang bukan?

Tanteku mengingatkan, kenaikan berat badan maksimal 20 kilogram. Kalo lebih dari itu biasanya si ibu diminta berdiet oleh dokter. Demi si baby juga. Berbagai makanan dianjurkan dikonsumsi lebih banyak, seperti kacang hijau, apel, makanan laut, dan berbagai jenis sayuran. Makanan yang dilarang juga ada beberapa. Kalo yang ini Mama ku yang rajin mengingatkan, misalnya nanas (udah pasti…), kedondong. Meski berat badanku sudah jauh dari batas berat bedan ideal, aku tetap harus minum susu khusus ibu hamil dan vitamin. Susu yang aku pilih Prenagen Emesis untuk trimester pertama ini, seperti saran beberapa bumil yang berpengalaman. Vitamin, Coloma Plus, aku mendapat gratisan dari Tanteku.

Beruntung baby ku tidak terlalu rewel..Buktinya akhir Januari kemaren aku ajak dia ikut ke Bandung. Selama hampir 2 minggu disana waktu lebih banyak kami habiskan berdua. Disela-sela waktu liputan kami jalan ke FO untuk mencari pakaian yang pas buat kami berdua..(alias baju hamil).  Urusan makanan kali ini memang gak bisa dianggap sepele. Karena aku tak bisa makan di tempat sembarangan. Baru sampai di Bandung, aku langsung makan di warung tenda di depan hotel di Jalan Riau. Hasilnya, sampai malam perutku sakit dan tak nyaman sama sekali. Akhirnya aku lebih hati-hati pilih makanan. Gak boleh yang terlalu pedas, dan yang pasti harus berasa gurih…

Banjir di Jakarta sempat berdampak pada makanan baby ku. Karena selama beberapa hari, sayur mayur menjadi barang langka. 3-4 hari setelah banjir baru kudapatkan sayur bayam yang kuinginkan sejak dari Bandung. Tapi sekarang semuanya sudah kembali normal. Dan sampai sekarang aku masih menunggu kiriman ikan laut dari Madura. Karena yang ada di bayanganku, ikan dari sana luar biasa rasanya. Nikmat, gurih, dagingnya padat, dan segar. Tak seperti ikan-ikan yang beredar di Jakarta ini. Mungkin ini yang namanya ngidam. Aku ingin sekali makan goreng ikan pindang dari Madura, tumis cumi, sup tiram, pepes tongkol, peyek teri segar..dll…duh pasti sedap sekali.. Tapi sekarang kata Mama ku belum musim ikan, jadi aku harus bersabar sampai musim ikan tiba. Biasanya ketika bulan tua. Selain itu aku juga jadi suka pisang goreng..apalagi kalau pisang yang digoreng bentuknya utuh, gak dipotong-potong…sukaaaaaaa bangeeeetttt…Hihi, padahal biasanya aku lebih suka yang dipotong-potong pisangnya dan lebih dominan tepungnya.

Selama hampir 3 bulan ini selain perubahan fisik ada juga perubahan penampilan. Hehehehe…aku jadi tak terlalu suka berdandan. Mukaku jadi kotor. Biasanya minimal untuk ngantor aku pakai bedak+lipstik. Tapi sejak hamil…ah..lipstikku dimana sekarang aku lupa. Apakah itu pertanda baby ku ini laki-laki???Banyak orang yang mengira begitu, karena aku juga jadi malas bersih2 rumah, bawaannya ngantuuuuuuukkkk melulu. Adik iparku juga ‘meramalkan’ baby ku ini laki-laki, jadinya mirip seperti adikku, Dimas. Berbadan tinggi besar…dan cakep ;) Sementara Adikku, Wira, menebaknya perempuan..Lain lagi perhitungan rumus Om&Tanteku. Berdasarkan rumus mereka, babyku perempuan..Mana yang kita percaya???

"Nanti umur 3-4 bulan udah bisa keliatan kelaminnya apa…" kata om ku sambil menyarankan pemeriksaan rutin bulan depan.

Dan berdasarkan rumus, Tanteku memperkirakan kelahiran si baby ini awal atau pertengahan Agustus 2007..Amin…

HOW SENSITIVE AM I ?

January 7th, 2007 by dianeka

***

Setiap menjelang akhir tahun..aku biasanya mendapat ‘pertanda’ seperti apa kehidupan tahun berikutnya akan berjalan..Tak detail memang, tapi setidaknya di awal tahun aku sudah punya ancang-ancang selama setahun ke depan.

Contoh, menjelang akhir tahun 2005 aku sudah resign dari pekerjaan yang sudah cukup lama juga pengen aku lepas, berganti dengan pekerjaan baru yang sudah cukup lama aku inginkan. Termasuk berganti marital status. Jadi mulai Januari 2006 sudah kebayang donk..apa yang akan berjalan selama 2006.

Trus akhir 2006???Pertanda apa yang aku dapat??

Let’s see..Malam tahun baru aku ‘gondok’ sekali. Waktu itu mampir di sebuah rumah di sekitar Pasar Minggu. Banyak orang dewasa dan anak-anak disana, sedang bakar sate dan ‘ngunduh’ rambutan. Dari sekian banyak orang disitu, aku cuma kenal 1 orang saja yang memang tujuanku kesitu menjemputnya. Tapi orang - orang disitu mempersilahkan aku untuk bergabung, akrab sekali..Padahal kenalpun tidak. Mereka mengenal suamiku. Seorang perempuan paruh baya yang sedang menggendong bayi bertanya pada suamiku,

"Gemana…gak pengen nih punya bayi.."duh..pake nanya lagi…basa-basi yang jawabannya udah jelas..jadi pertanyaan yang buat aku sama sekali gak perlu dilontarkan (ah…apa aku yang lagi sensitive ya..).

"Belum ada tanda-tanda ni..??Apa sengaja ditunda.." eleh..eleh…semakin basi!!!!!!!! Ketika suamiku menjawab ‘belum ada tanda-tanda’, dengar apa jawaban perempuan bertubuh gemuk itu,

"Payah Lo…."bla..bla..bla…yang malas kudengar lanjutannya..Kenal kagak, akrab kagak, sodara bukan, ketemu juga baru sekarang, eh…seenaknya ngomong..Atau harus kubalas dengan "Hebat Lu..bisa cepet punya bayi.."ah…buatku anak itu urusan Tuhan bukan urusan perempuan itu..Mending dia doain..huh!

Untunglah tak perlu berlama-lama di tempat itu..aku dan rombongan langsung cabut dan melanjutkan perjalanan ke pusat keramaian Jakarta malam itu.

**

"Udah test ajah…siapa tahu.."lewat seminggu dari tanggal menstruasi terakhirku di bulan November 2006. Adikku menyarankan untuk menggunakan test pack yang katanya 99,9% akurat. Hmmm..boleh juga..

Pagi sekali aku mencoba menggunakan alat itu, so..easy..Satu strip berwarna merah muda muncul dengan cepat. Atas petunjuk penggunaan yang tertera di kemasan, aku membiarkan test pack itu selama beberapa menit, sambil lalu beres-beres di wilayah kekuasaan seorang ibu rumah tangga.

Iseng kulihat test pack tadi, tak cuma 1 garis merah muda..tapi 2 garis muncul sangat jelas. Kata petunjuk penggunaan, kalau muncul 1 garis warna merah muda, berarti NEGATIP. Kalau muncul 2 garis merah muda, berarti POSITIP. Waw… Is It Means..Im..Pregnant?????

**

Aku belum percaya 100%, apalagi hasil pengamatan USG di Klinik Obstetri dan Ginekologi RS. Ps. Rebo, belum keliatan jelas gejalanya. Tapi ginekolog yang tak lain pamanku sendiri itu, memastikan rahimku tidak kosong alias sedang ber’isi’..entah masih dalam proses penebalan dinding rahim..entah sedang terjadi penyatuan sel telur dan sperma.."1-2 minggu test lagi ya.."pesannya. Sebelumnya beliau ini berpesan agar aku mengurangi aktivitas dan minum vitamin. Wah yang terbayang di benakku..apa itu berarti aku tak boleh lagi sendirian naik sepeda motor ke kantor??tak boleh lagi bertugas liputan keluar kota jauh dari rumah dengan transportasi udara??Kalau ibuku sih sering sekali untuk mengingatkan jangan ngangkat yang berat-berat..jemur cucian di teras bawah aja..gak usah naik ke lantai atas di tempatku biasanya menjemur. Kalo keluar kota barangnya gak usah banyak-banyak..Ah..yang pasti pantangannya lebih banyak deh daripada sebelum dipastikan positip.

**

Well..sambil menunggu waktu test lagi..aku berusaha menjaga agar sikap dan tingkah laku seperti yang disarankan orang tua. Tak ada ruginya..kecuali mungkin ketika harus menuruti keinginan untuk makan..makan..dan makan..Secara fisik dan perilaku..pertanda sebagai calon ibu sudah muncul..Kalaupun benar positip, mudah-mudahan menjadi anak yang normal, sehat fisik-mental-dan spiritual, berguna bagi sesama dan agamanya..Amieeeeeeeeeeennnnnnn…

Setahun Sudah…

January 2nd, 2007 by dianeka

1 Januari 2007..

Malam menjelang pergantian tahun 2006 ke 2007..aku menyusuri jalanan di Jakarta. Untuk pertama kalinya. Beberapa ruas jalan cukup padat, terutama menjelang Monas. Terpaksa aku cari lokasi lain yang lebih nyaman. Akhirnya dapet tempat di sekitar Plasa Senayan…Tak terlalu strategis, tempat yang terasa unik karena kehadiran pocong raksasa tepat di sudut jalan yang temaram. Benda yang membuat keponakanku bersembunyi ketakutan di bawah dashboard..

Tahun pun berganti..disusul hujan deras yang mengguyur sampai di sekitar selatan Jakarta. Kelelahan membuat aku tak tahan untuk segera naik ke tempat tidur.

Hari Pertama di tahun 2007 diliputi mendung, matahari hanya sesekali muncul. Meski begitu kutekadkan bersepeda motor ke Pasar Minggu untuk menghadiri undangan peringatan ulang tahun pertama sepupu kecilku, Nicole. Wah kalau si balita gesit itu berumur 1 tahun, berarti begitu juga dengan keberadaanku di Jakarta ini. Karena pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Jakarta sebagai penghuni (bukan pelancong), bersamaan dengan hari lahir si kecil Nicole, 1 Januari 2006.

Ya, tak terasa memang..aku menghabiskan 365 hari di Jakarta (hmm…mungkin bisa jadi tak sebanyak itu karena aku rutin bertugas diluar kota). 365 hari yang indah buatku, penuh dengan warna..baik terang atau gelap..atau abu-abu..Perpaduan warna itu indah sekali…Mudah-mudahan warna itu akan menjadi lebih indah lagi di tahun 2007 ini..Entah dengan pekerjaan baruku nanti…entah dengan rumah baru yang menjadi impian..entah dengan kehidupan rumah tangga yang menyenangkan…ataaaauuuuu… mungkin kehadiran buah hati yang juga sangat diharapkan keberadaanya oleh banyak orang..hehe.Atau semuanya lah..yang indah-indah… Wallahualam..

World Cup Mulai…

June 11th, 2006 by dianeka

Alhamdulillah…setelah agak lama gak posting di blog friendster ini…akhirnya aku posting lagi..Sebenarnya banyak tulisan yang udah aku siapin..tapi..entahlah…mending aku biarkan di Drive D PC ku..Cuma 2 tulisan seh..tapi panjang-panjang and temanya seputar ‘Once in A Lifetime’ ku..Yah..meski gak lengkap..setidaknya menggambarkan kalo acara itu lancar bin mulus deh jalannya….

Nah sekarang..aku pengen bagi cerita tentang perjalanan dari rumah ke kantor , Pamulang - Cilandak. Sudah beberapa hari ini aku naik sepeda motor sendiri ke kantor..tak perlu diantar-jemput suamiku lagi..Lebih nyantai juga seh…meski sebenarnya enakan dibonceng hehehehehe..Aku berangkat sekitar jam 7.30 pg. Udara masih kerasa dingin ketika melintasi lapangan udara Pondok Cabe. Biasanya berangkat jam segini di hari Senin…waaahhhh….bisa sejam baru sampe kantorku..macet mulai dari Gaplek - Pondok Cabe - Cireundeu - Fatmawati - Simatupang - Ampera..dimana-mana deh…Tapi nyatanya aku sampe kantor jam 8 pg, cuma 30 menitan ..perjalanan dari rumah ke kantor..Lalu lintas bisa dibilang lancar…gak ada kemacetan seperti hari Senin biasanya..Tumben deh…Ke-tumben-an ini juga dirasakan temen-temen sekantorku.

Kenapa ya kira-kira…?????Wah…ini pasti karena semalam sebagian besar orang begadang nonton bola!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Piala Dunia bikin orang rela berangkat kerja lebih siang dari biasanya..Enak juga yah kalo tiap hari berangkat kerja sepi begini…

**

Piala Dunia 2006 memang sebuah target dalam agenda hidupku..Ketika Piala Dunia 2002, aku menemukan keasikan menyaksikan permainan perebutan bola kulit itu. Karena tuntutan pekerjaan sebenarnya. Ketika masih bekerja di radio MAS FM Malang, ada beberap program yang menuntut aku harus tahu perkembangan Piala Dunia 2002, dan sejarah Piala Dunia. Lumayan..setidaknya aku jadi tahu tentang nama-nama negara tuan rumah..nama-nama negara jawara..nama-nama pemain legendaris..nama-nama wasit paling disegani..dan tentu saja nama pemain bintang dan ulah uniknya di Piala Dunia 2002..Sampai sekarang aku masih ingat betul kelakuan Ronaldinho di PD 2002 yang mengencani perempuan dengan nomer bra 34 D..Waktu itu aku juga merasakan tegangnya menunggu kemenangan tim jagoan..Bahkan aku punya tim jagoan dan pemain favorit di Piala Dunia 2002..Karena itulah aku akhirnya punya keinginan di Piala Dunia 2006 aku bisa nonton bareng suamiku..

**

Alhamdulillah…keinginanku dikabulkan Allah SWT..Jauh hari sebelum Piala Dunia 2006 dimulai..Allah mempertemukan aku dengan lelaki yang punya tujuan sama, menikah sebelum Piala Dunia 2006 dimulai. Meski dengan latar belakang berbeda, tujuan itu tercapai juga..Meski pembukaan Piala Dunia 2006 aku lewati tanpa kehadiran suamiku (karena dia dapet tugas ke Semarang), aku tetap menikmati nonton TV di kamar, yang sudah di setting suamiku sedemikian rupa agar nyaman menonton Piala Dunia.

Suamiku bukan bolamania. Mulai pertandingan hari ke-2, kebetulan saja kami gak bisa nonton, karena ada acara diluar rumah. Hari ketiga..kami punya agenda sendiri di rumah untuk menyambut detik-detik bertambahnya usia suamiku..Yup..tanggal 12 Juni ini dia ulang tahun..Selain karena ada agenda penting ini, aku sedang malas juga nonton bola di satu-satunya stasiun TV. Apalagi kalo bukan karena presenter acara yang jelek banget membawakan acara itu. Kondisi jeleknya kualitas presenter dari keluarga Cendana ini diakui juga loh…sama penggemar bola se Indonesia..

Jadilah malam ketiga Piala Dunia itu sebagai malam peringatan hari lahir suamiku. Sebuah kado sederhana tapi tulus dan ikhlas aku serahkan malam itu..Meski sempat bingung karena kado yang kuberikan tak seperti yang dia inginkan, suamiku tetap menerima juga dengan tulus ikhlas..Kado lain yang dia inginkan..hmmmm…aku memasak makanan kesukaannya untuk makan malam nanti…dia juga berharap kami segera punya anak.. ;)

**

Selamat Ulang Tahun …Semoga Perjalanan Hidup Kita Selalu Mendapat Ridho Nya..Amin…

June 12, 2006

Many Thanks….

May 10th, 2006 by dianeka

KEPADA SAHABAT

Setengah jalan telah berlalu
Kerikil-kerikil tajam pernah genit menyapa tapak kaki
Lembut jalan bersalju pernah mengobati lara
Kini kau sampai di ujung simpang sahabatku

Kiri atau kanankah nanti
Arah yang kelak terpilih
Semua telah tergaris meski tak selurus buluh
Dengan rela kan kau titi sahabatku

Jangan bermimpi tentang bahagia sepanjang hayat
Jangan bersiap untuk duka selama hidup
Karena keduanya akan menyapa engkau berdua
Yang kini jadi satu

Hari ini 14 Mei
Segenap isi jagad kan kuajak bernyanyi
Dendangkan syair bahagia
Sebagai doa bernada indah

Hari ini 14 Mei
Aku merunduk di depan khalik
Memohon bahagia bagi sahabat
Dian Ekawati dan M. Yusuf
Semoga cinta terbina abadi sejati

Salam manisku buat buah kasih yang akan dititip padamu
berdua :)

Ruteng, 8 Mei 2006
Armin Bell

**

Pekanbaru, 4 Mei 2006
Hamparan gambut mengantar perjalananku
dari Bengkalis menuju Pekanbaru
samar-samar aku mendengar suara kawan,
karena kupingku lama telah jadi batu,
mengenalnyapun harus memakan waktu
Aku berlari mencari tempat tinggi
sobat lama yang dulu pernah kenalkan sayur maronggi
bawa berita dari tanah sakera,
meniti masa dengan pasangan yang lama ia cari
Perahuku menerjang air Siak kecoklatan
di antara negeri yang belum pernah kukenal..
sobatku masih sempat berikan undangan
kepada kawannya yang kadang nakal..
turut menyampaikan selamat atas keputusannya menikah
semoga menjadi keluarga yang bahagia
Dian, maafkan aku jika ada salah, jika somse, kau tahu, aku tidak seperti itu..
Selamat "BERBAHAGIA….."
Andy

My Wedding Diary

April 4th, 2006 by dianeka

“Kurang sebulan lagi….Kamu jangan neko-neko..mestinya kamu sudah dipingit loh…”peringatan dari ibuku hanya bisa aku dengarkan baik-baik, dan sesekali disahuti

“iya..iya..”. Persis seperti jaman kuliah dulu. Waktu aku minta ijin naik ke gunung Semeru, atau Argopuro, atau rafting di sungai Pekalen Probolinggo, atau kegiatan out door lainnya. Sebenarnya kali ini aku ingin sekali memenuhi ajakan menghabiskan long week end di Gunung Gede Pangrango. Gunung yang sudah cukup lama juga ingin aku jelajahi, dan sekarang sudah sedekat ini…. Karena aku pikir ini ‘kesempatan terakhir’ sebelum benar-benar resmi meninggalkan dunia petualangan di alam bebas, mulai 14 Mei 2006.

Aku juga punya alasan sederhana lainnya untuk naik gunung. Naik gunung bisa membuat berat badanku turun cepat. Tapi..ya..sudahlah..Akhirnya aku memutuskan untuk membantu persiapan dari jarak jauh. Tak seberapa repot seh…dibandingkan persiapan yang dilakukan orang rumah. Paling cuma bantu menyebarkan undangan yang terjangkau dari Jakarta.  Aku juga beruntung, karena tempat aku bekerja 4 bulan terakhir sangat kooperatif, jadi tak terlalu pusing memikirkan jadwal cuti dan tanggungan pekerjaan. Aku sudah mendapat alokasi off  sekitar 10 hari. Lalu…apalagi yah…Aku sendiri juga selalu bingung setiap bertemu orang yang bertanya “Gemana persiapannya…???”, “ Kok kamu nyantai banget seh…??” Memangnya harus seperti apa seh…

Jelang Pergantian Masa, April 2006

KJ (it’s not KilimanJaro) ;)

March 20th, 2006 by dianeka

Membayangkan perjalanan laut selama 2 jam ke Karimun Jawa, menurutku tidak akan terlalu membosankan. Apalagi ini pertama kalinya, sambil wawancara pula. Tapi perkiraan itu tiba-tiba buyar, ketika jam menunjukkan jam 11 siang sementara tanda-tanda mendarat belum tampak. Setitik pulaupun belum kelihatan.Padahal menurut informasi awal, kapal cepat dengan kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif yang berangkat jam 9 pagi dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang ini, akan sampai di Karimun Jawa dalam 2 jam. Ketika jam menunjukkan jam 12 siang, ombak mulai besar, cuaca hujan, kepala mulai tak seimbang alias sedikit pusing, perut lapar, kubuka bekal yang kubeli di pelabuhan tadi. Sambil duduk di kelas bisnis yang full AC, gemelutuk kacang bogor diantara gigiku seperti menyeimbangkan saraf-saraf di kepalaku, sehingga rasa pusing perlahan berkurang berganti dengan kenikmatan mengunyah kacang bogor yang gurih. Tampaknya camilan berasa asin atau gurih sangat tepat dimakan disaat-saat seperti ini. Karena ketika di buritan, aku melihat orang-orang ngemil keripik singkong keju, kentang keju, dan camilan gurih lainnya. Mungkin kalau ngemil makanan manis akan menambah rasa eneg di perut..Aku sendiri ngemil sampai terasa ngantuk dan terbangun ketika kapal hampir merapat. Jam 1 siang.

Si mata sipit Susi menyambutku di pelabuhan Karimun Jawa. Teman semasa di Padepokan Oranye di Malang  ini bertugas di Karimun Jawa sejak tahun 2001 an dan terakhir kutemui di acara pernikahannya di Sidoarjo 2003 lalu. Dengan semangat dia menanyakan schedule ku selama di Karimun Jawa yang termasuk wilayah administrasi kabupaten Jepara. Rupanya dia yang akan banyak menemaniku selama di pulau berpenduduk 5 ribu orang ini. Dengan mengendarai mobil operasional Taman Nasional, aku bisa sampai di homestay ‘Hamfah’. Homestay murah meriah, 100 ribu per hari termasuk makan sehari 3 kali. Tapi kondisinya memang tak senyaman hotel bintang 1 sekalipun, tanpa AC, hanya ada kipas angin portable, kamar mandi diluar. Tapi buatku cukuplah, apalagi aku butuh tempat yang menyatu dengan warga setempat dan memberikan suasana kekeluargaan. Ada 5 kamar di home stay ini, dan di kamarku ada 2 tempat tidur untuk 3 orang. Kebetulan ada 2 wartawati lain yang 1 kamar denganku. Banyak homestay serupa di pulau Karimun ini, ada juga hotel dengan fasilitas AC dan kamar mandi di dalam. Ada juga penginapan yang dibuat di tengah laut dengan fasilitas dan harga yang bervariasi. Sebuah penginapan apung dibangun diatas ‘kolam laut’ berisi ikan pemakan daging, seperti hiu dan barakuda. Lantai dan dinding penginapan itu terbuat dari kayu. Ada juga resort mewah milik warga asing yang dibangun di pulau lain di kepulauan Karimun Jawa.

Selama di Karimun Jawa aku hanya mengunjungi bibir pantai pulau Menjangan Besar, menggunakan perahu motor sekitar 5 menit saja dari Karimun. Pulau Menjangan Besar ini milik seorang pengusaha Tionghoa asal Semarang. Aku juga mendapat kesempatan ngobrol dengan pemilik pulau itu sewaktu di kapal. Dia membeli pulau itu puluhan tahun yang lalu dengan harga sekitar 35 rupiah per meter persegi, sementara luas pulau Menjangan Besar sekitar 5 hektar. Taman Nasional sendiri numpang untuk lahan konservasi penyu mereka di pulau Menjangan Besar. Dan bukan cuma pulau Menjangan Besar yang jadi milik pribadi. 22 pulau dari 27 pulau di dalam kawasan taman Nasional adalah milik pribadi, bukan sekedar hak pakai. Tapi ada yang memanfaatkan bibir pantai pulau Menjangan Besar yang jernih itu, dengan budidaya ikan laut, seperti ikan Kerapu dan ikan Lody.

Si mata sipit Susi banyak memberiku informasi untuk mengenali kawasan Taman Nasional, layaknya seorang guide. Akhirnya dia melepas kepulanganku ke Semarang. Sama- sama punya harapan bisa bertemu di Karimun Jawa lagi dengan situasi yang lebih baik. Bisa menikmati sunset di Menjangan Kecil, yang katanya luar biasa indahnya. Bisa ke Pulau Parang yang katanya banyak terdapat buah-buahan. Bisa ke Legon Lele, tempat terindah di Pulau Karimun Jawa. Bisa ke Pulau Kemujan, pulau padat mangrove di utara Karimun yang hanya dihubungkan sebuah jembatan dari Pulau Karimun. Meski dalam waktu dan jangakuan yang terbatas, setidaknya daftar Taman Nasional yang pernah aku kunjungi bertambah 1. Setelah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Alas Purwo, dan Taman Nasional Baluran. Sayonara. Oya..aku ingin ke pulau ini lagi membawa sepeda ;)

March 19, it’s my sister’s birthday.

Rindu Tebal

March 17th, 2006 by dianeka

Aku merasakan hawa dingin dari kaca jendela mobil. Kaca mobil yang ketika akan ditutup lagi harus dibantu ditarik.  Ketika menyusuri jalan makadam dengan kecepatan kurang dari 20 km/jam, aroma tak sedap menyeruak kedalam mobil, beberapa ekor lalat juga ikut masuk. Ah..rupanya bau itu berasal dari tumpukan pupuk kandang di tepi jalan. 2 orang laki-laki berada di tengah-tengah tumpukan itu tersenyum ramah menyapa penumpang mobil yang lewat. Sementara laki-laki lainnya berjalan menjauhi tumpukan kotoran itu sambil membawa keranjang di kepalanya, yang penuh kotoran tadi. Apa mereka sedang flu?hidung mereka tersumbat?sehingga tak mencium aroma yang…terbawa kedalam mobil meski sudah berjarak 50 meter masih juga tercium…Kondisi yang sangat biasa terjadi di perkebunan dataran tinggi.

Berjalan menyusuri jalan dusun Brajan kecamatan Pakis kabupaten Magelang yang menanjak ini seperti membawa ingatanku kembali ke lokasi PKL ku tahun 1999 lalu. Di dusun Ranu Pani desa Argosari Lumajang, di kaki Gunung Semeru. Hawa gunung yang menusuk kulit, orang-orang dengan pipi merah, air dari selang atau pipa yang mengucur terus menerus di hampir setiap halaman rumah. Rumah-rumah berlantai tanah..atapnya tak terlalu tinggi..dan bunga-bunga liar berwarna mencolok yang tumbuh liar di halaman. Bedanyakali ini aku menemui  sebuah keluarga, dengan 2 orang anak perempuan masing masing umurnya 10 tahun dan 2 setengah tahun yang diduga mengalami gangguan akibat kekurangan iodium.

Rumah keluarga ini terbuat dari kayu. Hanya ada ruang tamu, 1 ‘kamar tidur’sebut saja begitu, dan 1 dapur. Di ruang berfungsi sebagai kamar itu Cuma ada sebuah bale bambu yang diberi alas karpet hijau dan dilengkapi beberapa buah bantal lusuh bin kempet. Ibu anak itu meraih anak perempuan yang berumur 10 tahun. Kain alas tidur anak perempuan itu basah, dan ibunya mengambilkan celana dan dengan telaten memakaikan pada anak itu. Anak umur 10 tahun itu bukan sakit biasa. 10 tahun ini dia hanya bisa berbaring..tak bisa duduk sendiri, berdiri, apalagi berjalan. Tinggi badannya tak kurang dari 100 cm. Anak itu hanya bisa meneriakkan AAA….untuk berkomunikasi dengan orang lain..dan tentu saja menangis. Ketika kulihat matanya, tampak tak fokus memandang sesuatu.

Aku meninggalkan desa itu dengan rasa yang campur aduk. Sampai kapan kedua anak itu akan bertahan dengan kondisi seperti itu? Bagaimana ketika usianya mencapai 17 tahun nanti?Bagaimana orang tuanya ketika sudah tak sanggup merawat keduanya?Dan kenapa suami ibu itu tak membantu merawat kedua anaknya?Untuk pertanyaan yang terakhir ini aku diberitahu warga setempat, kalau suaminya menikah lagi atas permintaan si istri..

“Ketep Pass” sebuah tulisan besar di dekat areal parkir di puncak perbukitan menghapuskan semua pertanyaan-pertanyaan tentang keluarga di dusun Brajan tadi. Aku kemudian larut dalam sensasi melepaskan rindu pada pegunungan dan hawa dingin. Dari Ketep Pass ini aku bisa melihat gunung Merapi dan Merbabu bersisian, meski puncaknya tertutup kabut. Dari tempat ini juga aku bisa melihat di kejauhan jalur yang membelah merapi merbabu. Kalo gak salah namanya Selo..jalur yang dibuat pemprov Jateng untuk mengalihkan wisatawan dari Jogja. Pemprov Jateng kabarnya ingin wisatawan dari Solo tak perlu melalui Jogja untuk menuju Borobudur. Begitu juga sebaliknya. Tapi kalau aku boleh memilih..Jogja tetap wajib untuk disinggahi..

Perjalananpun terus berlanjut..semakin jauh dari hawa dingin kaki Merapi – Merbabu. Dan kembali menyimpan kerinduan akan hawa dingin..gemuruh angin gunung..dan kabut yang belum sempat kujumpai di merapi-merbabu. Ntah kapan rindu itu akan terurai kembali…..

Jelang purnama Maret 2006, Magelang.

Karena Aku Perempuan

March 8th, 2006 by dianeka

Hari 8 Maret 2006, aku diingatkan tentang hari perempuan internasional. Apa bedanya dengan hari ibu? Apakah sejenis dengan Hari Anti kekerasan terhadap Perempuan? Tema mungkin sejenis..tapi intinya sama, mengingatkan kalo belum semua perempuan mendapatkan perlakuan yang layak, mendapatkan haknya, sekalipun perempuan sudah menjalankan kewajibannya.

Beberapa media elektronik hari ini memuat banyak informasi tentang peringatan hari perempuan internasional. Ada yang dengan berdemo..ada yang dengan menyatakan penolakan terhadap Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi..ada yang mengkampanyekan apalah yang menjadi masalah pelik perempuan.

Perempuan memang makhluk yang komplek, meskipun tak semua kaum menganggap demikian. Contohnya kaum yang menganggap remeh peran perempuan, kaum yang seenaknya memperlakukan perempuan, kaum yang mendiskriminasikan perempuan, kaum yang memposisikan perempuan sebagai ‘penyebab’ suatu penyakit masyarakat..

Dalam berbagai hal perempuan memang lebih rentan. Lebih beresiko ketika melakukan segala hal. Secara anatomis, biologis, dan psikologis saja, perempuan sudah lebih komplek dibanding laki-laki. Jadi kalo perempuan ‘ceroboh’ sedikit aja dampaknya bisa kemana-mana.

Ah, tapi aku tidak menyesal dilahirkan sebagai perempuan. Apalagi setelah membaca kiriman tulisan dari seorang teman:

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,

"Mengapa engkau menangis?"

"Karena aku seorang perempuan", kata sang ibu kepadanya.

"Aku tidak mengerti", kata anak itu.

Ibunya hanya memeluknya dan berkata,

"Dan kau tak akan pernah mengerti"

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,

"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"

"Semua perempuan menangis tanpa alasan",

hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa perempuan menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,

"Tuhan, mengapa perempuan begitu mudah menangis?"   

Tuhan berkata:

"Ketika Aku menciptakan seorang perempuan, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "

"Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."

"Kau tahu:

Kecantikan seorang perempuan bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."

"Kecantikan seorang perempuan harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Tentang Hari Ini

February 14th, 2006 by dianeka

“Selamat Hari Valentine ya…” suara seraknya terdengar dari hand phoneku.

“Iya..sama-sama ya…jadi kemana kita malam ini..”

“ Enaknya kemana..? Tar aja deh..pokoknya aku jemput..Ok..”

***

“Happy Valentine’s Day…”Country Director Internews Indonesia,Wayne Sharp mengucapkannya sambil mendatangi satu per satu meja karyawan perempuan. Di tangannya masih ada beberapa batang bunga mawar merah yang sengaja dibagikan ke seluruh karyawan perempuan.

“Thank You Wayne..Happy Valentine’s day too…” sambutku sambil menerima mawar merah yang masih kuncup, dengan panjang tangkai sekitar 1 meter. Terbungkus plastik rapi.

***

"Penjualan bunga laris manis sejak dua hari menjelang perayaan Valentine. Tahun omzet naik sekitar 10 hingga 15 persen. Kebanyakan yang beli pelajar dan mahasiswa," kata Abdul Kodim, salah seorang pedagang bunga (detik.com, 14 Februari 2006, 11.49 WIB).

Ah..pantes..bayangkan aja kalo semua bos seperti Wayne…

***

Sejumlah pemuda Mesir menyerukan kaum Muslimin untuk
merubah perayaan Valentine’s Day yang bertepatan
dengan 14 Februari dengan Muhammad Day. Seruan ini
disampaikan di sejumlah situs internet Islam untuk
memberi alternatif yang sangat positif, di samping
menampilkan kecintaan dan dukungan Muslim kepada
Rasulullah saw. Terlebih, baru saja kaum Muslimin
dunia diguncangkan oleh kartun yang melecehkan
Rasulullah saw.

Itulah paragraf pertama informasi yang aku dapat dari milis kumpulan jurnalis.

****

Mungkin baru kali ini, nuansa valentine kurasakan langsung..atau sedikit aku pedulikan. Sebelumnya..valentine’s day dilewati seperti hari biasa. Paling banter kirim sms, itupun tak seberapa, apalagi kalo dibandingkan dengan sms ucapan selamat hari raya idul fitri heheheh…Meskipun hampir semua media dan sarana belanja membuat hari ‘kasih sayang’ ini begitu kuat imagenya.

Bunga dari Wayne yang kugeletakkan di meja kerja menarik minatku untuk membuka beberapa catatan tentang apa seh sebenarnya hari Valentine…Ini yang kudapat dari sebuah situs:

*

Dari namanya saja, perayaan Hari Kasih Sayang ini serasa memiliki perpaduan sebuah tradisi yang bernuansa Kristiani dan Roma kuno. Ada beberapa versi mengenai legenda dari sosok Valentine ini.
Dahulu, seorang pemimpin agama Katolik bernama Valentine bersama rekannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II kala itu. Pasalnya, kaisar tersebut menganggap bahwa seorang pemuda yang belum berkeluarga akan lebih baik performanya ketika berperang. Ia melarang para pemuda untuk menikah demi menciptakan prajurit perang yang potensial.
Nah, Valentine tidak setuju dengan peraturan tersebut. Ia secara diam-diam tetap menikahkan setiap pasangan muda yang berniat untuk mengikat janji dalam sebuah perkawinan. Hal ini dilakukannya secara rahasia.
Lambat laun, aksi yang dilakukan oleh Valentine pun tercium oleh Claudius II. Valentine harus menanggung perbuatannya. Ia dijatuhi hukuman mati. Ada sebuah sumber yang menceritakan bahwa ia mati karena menolong orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara akibat penganiayaan.
Dalam legenda ini, Valentine didapati jatuh hati kepada anak gadis seorang sipir, penjaga penjara. Gadis yang dikasihinya senantiasa setia untuk menjenguk Valentine di penjara kala itu. Tragisnya, sebelum ajal tiba bagi Valentine, ia meninggalkan pesan dalam sebuah surat untuknya.
Ada tiga buah kata yang tertulis sebagai tanda tangannya di akhir surat dan menjadi populer hingga saat ini—-‘From Your Valentine.’ Ekspresi dari perwujudan cinta Valentine terhadap gadis yag dicintainya itu masih terus digunakan oleh orang-orang masa kini. Akhirnya, sekitar 200 tahun sesudah itu, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Febuari tahun 496 sesudah Masehi sebagai hari untuk memperingati Santo Valentine.
Versi lain tentang Valentine dimulai pada zaman Roma kuno tanggal 14 Febuari. Ini merupakan hari raya untuk memperingati Dewi Juno. Ia merupakan ratu dari segala dewa dan dewi kepercayaan bangsa Roma. Orang Romawi pun mengakui kalau dewi ini merupakan dewi bagi kaum perempuan dan perkawinan. Dan sehari setelahnya yaitu tanggal 15 Februari merupakan perayaan Lupercalia.
Kala itu, anak-anak lelaki dan perempuan harus dipisahkan satu sama lain. Namun, pada malam sebelum Lupercalia, nama-nama anak perempuan Romawi yang sudah ditulis di atas kertas dimasukkan ke dalam botol. Nah, setiap anak lelaki akan menarik sebuah kertas. Dan anak perempuan yang namanya tertulis di atas kertas itulah yang akan menjadi pasangannya selama festival Lupercalia berlangsung keesokan harinya. Kadang-kadang, kebersamaan tersebut bertahan hingga lama. Akhirnya, pasagan tersebut saling jatuh cinta dan menikah di kemudian hari.

*

Situs lainnya mencatat:

The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :
“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources–plus the belief that spring is a time for lovers.”

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).

The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).

Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

****

Jadi……kenapa warnanya harus pink ya?