Archive for May, 2005

Old Things

Monday, May 23rd, 2005

Seperti biasa
setiap perjalanan, di kota manapun berhenti aku menghubungi teman atau saudara
atau siapalah yang nomer henponnya ada di ponbuk ku. Begitu juga kali ini. Jam
7 pagi di sebuah kota ketika aku berhenti untuk makan pagi. Kota yang sempat
memberi aku kenangan cukup indah, padahal sebelum kota ini samasekali tak
kusukai, dari sudut pandang manapun. Pemilik nomer yang akan kuhubungi pernah
sangat intens berhubungan, lewat sms saja, telpon, bahkan jalan bareng. Tapi
belakangan cukup renggang entah karena apa.

Kukirim sms
tentang cuaca pagi ini dan suasana kota yang macet disana-sini. Sms berbalas pertanyaan
tentang dimana aku berada. Balasan berikutnya cukup membuatku kerepotan
menjawabnya karena ada sekitar 5 pertanyaan sekaligus. Sms terus berlanjut
sampai menjelang keluar dari kota itu. Menyisakan sebuah kerinduan lama yang
menyeruak lagi tanpa bisa dihalangi.

Seperti kerinduan yang kembali muncul ketika pemilik nomer itu
memberitahu sedang berada di suatu tempat beberapa hari kemudian. Bercerita apa
adanya, singkat. Seperti lupa akan penyesalan telah menjadikannya bagian indah
perjalananku. Entahlah..esok hari..yang pasti kunikmati hari ini.

Road To Future

Monday, May 23rd, 2005

Travelling adalah
hal yang paling menyenangkan bagiku. Apalagi travelling sambil melihat langsung
‘dapur’ beberapa radio di 2 kota di jawa Timur.

Suara Surabaya.
Siapa sih yang tak kenal media ini? Sebuah media yang luar biasa dan tidak lagi
bergerak hanya di bidang media audio. Mengenal bapak Herru Soleh sebagai
Business Development Manager Suara Surabaya FM 100 seperti menemukan guru baru
tentang bisnis dan SDM. Menyapa Yoyong seperti mengikis stigma keangkuhan
sebuah media besar. Berbicara tentang marketting dengan Birom dan Wijang
seperti membuka sebuah album masa depan cerah bagi media radio.

Mercury Group.
Meski keengganan sempat menghinggapi pimpinan salah satu radio dalam group ini,
akhirnya Mercury Group menjadi salah satu agenda dalam perjalanan bisnisku kali
ini. Sebuah potret lain radio di Surabaya. 4 buah radio dengan segmentasi
berbeda berada dalam 1 gedung berlantai 3 dan 1 orang pemilik. 88,1 Kota FM
Dangdutnya Surabaya – Global FM 90,90 – DJ FM 94,8 – 96 Mercury FM.

Menjelang sore,
macetnya jalanan A. Yani Surabaya yang menghubungkan kota Surabaya dan Sidoarjo
menghambat perjalanan 2 buah mobil rombongan yang bergerak menuju kota
Sidoarjo. Sebuah radio yang masih dalam 1 payung dengan Suara Surabaya Media
menjadi sasaran berikutnya, GIGA FM. Radio yang segmentasinya untuk perempuan
(tapi mereka memastikan radio ini bukan female radio), krunya memang didominasi
perempuan berpenampilan feminin. Nyaris sesuai dengan image radio yang berusaha
dibentuk. Tak heran kalau kawan-kawan perjalananku kali ini begitu antusias
bertanya. Didukung kantor yang secara keseluruhan layak disebut nyaman. Mulai
dari pintu masuk, ruang redaksi, siaran, produksi, ‘living room’ yang tembus
cahaya matahari, musolla, sampai ruang meeting di lantai 2.

Di luar
perkiraan, perjalanan Surabaya Jember lebih cepat. Sekitar jam 6 selepas magrib
dari Sidoarjo, jam 9 rombongan sudah berkeliling di seputaran kota Jember
mencai-cari tempat makan. Karena kunjungan ke 101,3 Prosalina FM direncanakan
besok paginya. Perjalanan hari ini pun
berakhir dengan menginap di sebuah hotel sederhana, karena sejak 3 hari
sebelumnya hotel-hotel yang menjadi target sudah full booked.

Pagi yang cukup
cerah menyapa hari terakhir perjalanan ku di kota besar ketiga di Jawa Timur
setelah Surabaya dan Malang. Tapi cerahnya pagi itu tak sinkron dengan mood ku
untuk memulai hari. Karena pihak hotel terlupa tidak menyajikan makan pagi
untuk kamar 115 yang kutempati bersama seorang penyiar senior. Ditambah lagi,
dari rekan lain baru kutahu kalau kamarku tertukar dengan anggota rombongan
lainnya, jadilah semalam tidur tanpa AC. Maka agenda pertama sebelum ke Prosalina adalah makan pagi hanya untuk
aku dan room mate ku di seputaran kampus UNJEM (Universitas Jember).

Sebuah kantor berlantai 2, berhalaman luas, tepat di ujung pertigaan
Jl.Jawa dan Jl. Karimata kota Jember. Posisi kantor itu Tusuk Sate kalau orang
Jawa bilang. Bertemu kangen dengan mbak
Heli, Ongki dan Hasto ‘Brad Pitt’ menjadi obat bad mood pagi itu. Ditambah lagi
dengan bertemu dengan lebih dari 10 kru yang diperkenalkan secara bergiliran.
Ramah. Untuk menutup perjalanan hari ini rombongan mampir ke KISS FM yang masih
1 atap dengan Prosalina. Meski tak bertemu dengan ‘sing mbaurekso’ beberapa kru
siarku sempat berdialog dengan kru KISS. Seolah menjanjikan untuk kembali lagi,
kubalas lambaian tangan 2 kru Prosalina yang mengantar sampai di ‘pintu
gerbang’ Kota Jember. Seolah ingin mengucap terima kasih sebanyak-banyaknya
atas semua kebaikan mereka menjadi bagian perjalanan ini. Kepada semuanya, pak
Herru SS, Yoyong SS, Birom SS, Eddy SSonline, Rudy Mercury, Adi Rifi GIGA,
Wijang GIGA, jeng Heli Prosalina, Hasto ‘Brad Pitt’, Ongki, AgaKISS, and so on
and so on…that couldnt mention one by one..thanks for all of you ..for making a
brighter picture of  future..

BROADCAST ASIA 2005

Wednesday, May 18th, 2005

BroadcastAsia2005
brings the latest to Indonesia’s broadcast media industry

Digital technologies, computer graphics and animation take centrestage at
this year’s event


JAKARTA – April 20, 2005 – BroadcastAsia2005, the premier electronic media show
in Asia, organised by Singapore Exhibition Services (SES) and endorsed by the
Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU), offers a comprehensive platform for
Indonesia to secure the latest broadcast technologies and solutions to meet the
needs of its media industry.

Indonesia’s
mushrooming television stations are entering an era of fierce competition.
Several new stations have emerged, and even several regions now have their own
local television. Indonesia currently has 11 national television stations, 24
regional television stations and 2 cable and satellite TV operators –
Indovision and Kabelvision.i

Kabelvision
has announced the rollout of its digital TV service, in line with the growth of
the Asian digital TV market which is expected to more than double from 10.4 million
sets in 2004 to 28.8 million in 2008, according market researcher In-Stat.ii

Geared
to meet the growth and digitisation of Indonesia’s broadcasting industry,
BroadcastAsia2005 gathers over 800 international companies this year from June
14-17 at Singapore Expo. The event will focus on media content creation,
management and delivery. The event also features group participants from China,
France, Germany, Italy, Korea, Spain, Singapore, USA and UK.

“Indonesia’s
broadcasting industry is growing and digitising rapidly in urban areas such as
Jakarta. In line with the global trend moving towards digital radio, TV and
cinema, BroadcastAsia2005 allows Indonesia’s broadcasting industry to acquire
the latest digital technologies and solutions on showcase to meet the needs of
Indonesian viewers and listeners,” said Mr Jackson Yeoh, senior project manager
with event organiser SES

“In
addition, there is a strong need to restore broadcasting networks in
disaster-struck areas in Indonesia to bring entertainment and information back
to the residents’, as well as to ensure that there is a public broadcasting
system in place to disseminate early warnings of disasters and fast, accurate
information of their occurrence and impact. BroadcastAsia2005 will therefore
allow Indonesia’s broadcasting industry to source for equipment and
capabilities necessary to the rebuilding of broadcasting in these areas,” added
Mr Yeoh.

There
were a total of 1,268 visitors from Indonesia at last year’s event, testifying
to the relevance of the BroadcastAsia to Indonesia’s broadcasting industry.
Indonesian visitors formed the second highest number of overseas visitors at
BroadcastAsia2004.

SES also
announced that the show is well on track to another successful run, with
industry big-wigs such as Apple, Autodesk Media and Entertainment, Avid, Barco,
Canopus, Dalet, Harris, Leitch Asia and Tandberg TV confirming their presence
at this year’s show. The event has also attracted the participation of
Indonesian companies including P.T. Infotech Solutions, who are using
BroadcastAsia2005 to create great awareness of their technologies and
capabilities in other parts of Asia.

Features at BroadcastAsia2005
In keeping with the times and evolution of the broadcast and electronic media
industry, this year’s show will also see heavy emphasis on computer graphics
and animation, as well as features that promise to engage the industry.

BroadcastAsia2005
will also see a rise in the number of exhibitors and visitors in the computer
graphics, animation and content creation space as
ComGraphics&Animation2005, featured within BroadcastAsia, is set to take
centre stage this year. This is in effort to stay in line with industry trends
and the robust outlook of the digital media and content creation industry in
Asia. Analysts predict that the global animation and computer graphics industry
will be worth US$70 billion by 2008. Furthermore, Asia is expected to
increasingly contribute more to this revenue as the region steps up efforts to
become a media hub.

BroadcastAsia2005
promises to connect exhibitors and visitors, keeping them closely in touch and
updated with the latest in the electronic media industry. In addition to the
competition, highlights at this year’s show include the BroadcastAsia2005
International Conference, Comgraph Competition & Screenings, X|Media|Lab
Professional Day Conference and Masterclasses and the RadioAsia Conference.

About BroadcastAsia2005
BroadcastAsia
is the premier electronic media trade show in Asia, where industry players
converge to experience and engage with the latest in electronic media creation,
development and distribution. The BroadcastAsia2005 International Conference
covers hot topics and trends including content delivery and management,
d-cinema, mobile broadcasting, digital radio, digital TV and media asset
management.

The
event also incorporates ComGraphics&Animation2005, an all-inclusive
animation and computer graphics show. BroadcastAsia2005 will be held from 14 –
17 June 2005 at the Singapore Expo. (http://www.Broadcast-Asia.com)

In 2004,
BroadcastAsia featured over 800 exhibiting companies from 45 countries/regions
and attracted over 13,000 attendees from 69 nations. The show also hosted close
to 600 conference speakers and delegates from 20 countries/regions.
BroadcastAsia is organised by Singapore Exhibition Services (SES), Asia’s top
organiser of trade events. (http://www.sesallworld.com)

Standard Kelayakan Radio Indonesia (SKRI)

Friday, May 13th, 2005

Menjelang akhir tahun 2004 hampir seluruh
radio di Jawa Timur disibukkan penyiapan rangkaian fit and proper test
kelayakan radio. Fit and proper test out putnya adalah perpanjangan ijin siaran
dari suatu radio. Meskipun sampai Mei
2005 tanda-tanda fit and proper test yang dilakukan KPID (Komisi Penyiaran
Indonesia Daerah) Jawa Timur itu belum
ada, stasiun radio setidaknya bisa belajar menyiapkan sebuah standart kelayakan
Radio yang komprehensif. Karena salah satu persyaratan dalam fit and propertest
adalah menyertakan business plan radio meliputi finance plan, marketting plan,
programme plan, HRD plan, dan engineering plan. Business plan itu setidaknya
untuk jangka pendek (1 tahun). Meski demikian business plan jangka menengah (2
tahunan) dan jangka panjang (5 tahun) tetap disiapkan oleh masing-masing
station radio. Mau tahu sedikit gambaran tentang Standart Kelayakan Radio
Indonesia???Berikut ini sedikit gambarannya yang saya sarikan dari PRSSNI Jawa
Timur.

TUJUAN STANDARDISASI RADIO KOMERSIAL

ØREGULASI RADIO (Undang-undang
Penyiaran 23 tahn 2002)

ØRadio harus :

UNTUNG

MELAYANI PUBLIK DENGAN BAIK; dan

MENJADI PERUSAHAAN YANG
BAIK

ØBukan lagi Bakulan!

Profesionalisme
yang tidak sekedar wacana dilayar presentasi. Tetapi benar-benar mengacu pada:
Keahlian, Ketrampilan dan Tahu Aturan.

Pengukuran Standardisasi

Pengukuran dilakukan oleh tim yang Independen
& Kredibel  
yang dibentuk
PP PRSSNI. Hasil pengukuran tidak diekspos namun sebatas diketahui oleh pemilik
radio masing masing.

Agar terukur , maka pada pasca self
assessment
akan dilakukan pengklasifikasian stasiun radio, dengan demikian
akan dapat dilakukan langkah langkah peningkatan kinerja radio secara tepat
sesuai dengan harapan organisasi.

Pengukuran akan dilakukan secara kontinyu
dalam periode tertentu oleh Tim Independen.

Metode pengukuran menggunakan wawancara
terstruktur dengan pembuktian pada karyawan & transkripsi.

Standar Penilaian

Syarat Mutlak : Transkrip

Jika Ada Transkrip , dinilai lagi apakah :

Standard / tdk

Jika standard , dipahami / tdk

Jika dipahami , dilaksanakan / tdk

Jika Tidak ada transkrip > harus di deskripsikan ( deskripsinya yg
dinilai. Standard / tdk )

Nilai = Total Skor per kelompok X  Bobot per
kelompok

                 Jumlah
item pertanyaan perkelompok

Nilai Maksimal 4.000

Bobot maksimal 1.000

Skor:

Sangat bagus = 4

Bagus = 3

Kurang bagus = 2

Tidak bagus = 1

Output SKRI Versi 2003

Nilai  Kategori Kelompok

3.250 - 4.000 Sangat
Bagus Edelweis

2.750 - 3.249 Bagus  Wijayakusuma

2.500 - 2.749  Kurang Bagus Mawar I

2.250 - 2.499 Mawar
II

2.000 – 2.249 Mawar
III

1.000 - 1.999 Tidak
Bagus Kenanga

 

YANG TIDAK DIMASUKKAN PADA STANDARD:

MACAM PROGRAM, GAYA MANAJEMEN, DEMOGRAFI GEOGRAFI PSIKOGRAFI

YANG AKAN DINILAI :

NILAI (at best ) MANAJEMEN (35%)

KUALITAS ORGANISASI  (25%)

BATASAN PENDENGAR POTENSIAL (15%)

FORMAT (15%)

FISIK STASIUN RADIO ( 5%)

KINERJA KEUNTUNGAN ( 5%)

NILAI MANAJEMEN(I)

VISI : VISI Perusahaan & VISI Bagian

MISI : MISI Perusahaan & MISI Bagian

GOALS : SWOT

Corporate plan ( utk holding comp. ( kumpulan Business Plan ))

R.O.I (Return of Investment)

Re invest

Survival

Development

Growth ( Audience Share , Market share ,out let share , billing share)

NILAI MANAJEMEN(I)

OBJECTIVE :

Business Plan ( integrated )

Programming Plan

Engineering Plan

Marketing Plan

HRD Plan

Financial Plan

1.5.PROGRAM ( Aktivitas ) :

Action Plan ( of Business Plan )

Action Plan ( of Programming Plan )

Production Plan

Action plan ( of Engineering Plan )

Action Plan ( of Marketing Plan )

Sales Plan

Promotion Plan

Action plan ( of HRD Plan )

Action plan ( of Financial Plan )

KUALITAS ORGANISASI (II)

BEKERJANYA FUNGSI MANAJEMEN (POAC : Planning, Organizing, Actuating,
Controlling)

PERATURAN PERUSAHAAN   ( Jenjang karir , Perjanjian kerja , Job
analysis : Job Desc, Job Spec, Personal Spec )

RECRUITMENT

PRODUKTIFITAS  ( keterukuran
sukses & hasil kerja ), Standarisasi kerja ( Proses, waktu, sarana,adanya
konflik, dan penyelesaian )

KEPEMIMPINAN  ( encouraging
personnel, motivating, employee getting happier & smarter )

PENDIDIKAN / TRAINING   ( In House / Out House )

KETAATAN PADA UU & ETIKA

JOB SATISFACTION  Ketenangan
kerja, tunjangan

BATASAN PENDENGAR POTENSIAL (III)

Pendengar
Potensial

Quantity

Value ( AWAS ! Yang
harus diperhatikan bukan hanya audience quantity , tapi juga audience quality /
Value. Walaupun sebuah radio itu rankingnya bukan nomor satu , namun kalau
buying power , SES , AIO, dll audience nya bagus tetap akan laku dijual )

Pendengar
potensial berkaitan dengan sasaran potensi iklan

Batasan Pendengar Potensial

Faktor :

Jumlah PUR (BPS), jumlah station (excisting),
PDRB (BPS), Kompetisi Audience Share (penelitian), Persaingan format (penilitian),
pasar iklan per segmen (penelitian), Radex lokal/regional/nasional
(penelitian), Marketting effort.

Target
Listeners:

Punya daya beli
(batasan: SES/ HHE)

Khas: fokus (LIFE
STYLE: A-I-O)

Targetkan: Dominant Share di target listeners

Pilah lalu pilih

Jumlahnya cukup besar,
berapa?

(Jumlah pendengar yang
besar di segmen berbeda akan signifikan berbeda daya belinya)

FORMAT (IV)

Mengapa perlu format :

Adanya Prospected
Potential Listener

Sudah
terlayani baik namun pasar masih luas

Sudah
terlayani namun belum maximal

Sama sekali
belum terlayani

Dibuatkan option jawaban proporsi (%) :

Musik
: Corak

Non
Musik: News , Talk

FISIK STASIUN RADIO (V)

UKURAN FISIK GEDUNG & STANDAR TEKNOLOGI:

Ruang
kerja yang nyaman & representatif

Penyesuaian
ruang kantor dan teknologi

Faktor
ruang terkait dengan model penyediaan ruangan

STANDAR TEKNIK

Sarana
siaran profesional bukan home use

Komputerisasi
dengan standar broadcast

KINERJA KEUNTUNGAN (VI)

Harus mampu menjamin :

Solvabilitas

Rentabilitas

Liquiditas

Seberapa jauh perbandingan antara Cost & Revenue

BAITI JANNATI

Tuesday, May 10th, 2005

Lonceng jam masjid Agung
Sumenep berdentang 5 kali. Suaranya syahdu memecah pagi yang dingin. Jalanan
masih senyap, yang terdengar hanya langkah kaki dan sesekali roda sepeda
melintas. Aku memacu langkahku ke Alun-alun kota. Alun-alun tanpa pagar tepat
di depan masjid Agung itu masih terlihat sepi. Kupercepat langkahku
mengelilingi alun-alun yang biasa disebut ‘Taman Bunga” itu. Taman Bunga ini
dulunya hanya berupa tanah lapang berumput biasa, berpagar besi setinggi 1
meteran, bercat kuning pula. Pameran atau sirkus dulunya digelar di tempat itu,
otomatis banyak sekali kaki lima di sekeliling lapangan itu. Sebelum menjadi
taman penuh bunga seperti sekarang, alun-alun itu pernah beberapa kali berganti
konsep. Terutama pagar.

Berlari mengelilingi taman
bunga ini sebenarnya tak terlalu melelahkan, karena kelilingnya tidak lebih
luas dari lapangan luar Stadion Gajayana Malang. Tapi entahlah..mungkin aku
yang sudah lama tak berolahraga jadi terasa agak berat melangkahkan kaki. Taman
mulai ramai didatangi warga yang sengaja menghabiskan minggu paginya di Taman
Bunga. 2 putaran lari dan 2 putaran jalan kaki cukuplah mengobati kerinduanku
berolahraga pagi itu. Kutinggalkan taman bunga tepat di jantung kota Sumenep
itu.

Berjalan menyusuri jalanan
menuju rumahku terasa nuansa yang berbeda. Karena memang hampir 10 tahunan aku
tak pernah berjalan kaki melewati ruas jalan aspal selebar 3 meteran itu. Udara
belum terasa panas ketika memasuki jalanan berbatu menuju rumahku, ketika
kembali terdengar dentang lonceng jam dari masjid Agung sebanyak 6 kali. Selain
matahari belum terlalu tinggi, di sekitar jalanan itu masih banyak tanaman
tinggi yang dibiarkan tumbuh begitu saja. Pohon Palem, Pinang, kelapa, mangga
dan masih banyak lagi tanaman peneduh lainnya. Memasuki halaman rumah tak berpagar
warisan keluarga besar ayahku,
terdengar jelas suara burung yang bersahutan. Burung perkutut, burung dara, dan
burung tekukur. Serasi sekali dengan aroma bunga kemuning yang menyeruak ketika
aku menginjakkan di teras rumah yang hanya berlantai semen. Sejenak aku menoleh
ke sumber aroma itu, tepat di sudut kiri teras. Yang tampak dari teras hanya
batang pohon itu dan warna putih ungu
cukup mencolok diantara gelapnya batang pohon kemuning. Bunga 2 jenis anggrek
kesayangan ibuku benar-benar menyita perhatian siapapun yang berada di teras
itu.

Sebelum menikmati teh panas
buatan mama dan sarapan nasi sambal goreng ‘Saripa’, kuniatkan berganti pakaian
dan cuci tangan dan kaki dulu. Angin pagi yang masuk dari jendela seperti di
rumah-rumah betawian membuatku sedikit lebih segar. Aku sempatkan melongok
keluar jendela. Dari situ aku bisa melihat ayam-ayam yang dibiarkan lepas di
lahan seluas 10 meter persegi. Masih teduh juga disekitar situ, karena 3 jenis
pohon mangga dan 1 pohon kenitu berdiri kokoh diluar jendela. Suara sendok
beradu dengan piring membuat langkahku semakin cepat menuju kamar mandi. Kamar
mandi yang terang benderang oleh sinar matahari pagi itu, karena memang atapnya
berupa plastik fiber bening, dan bak mandi yang berisi air bening juga, menggoda
aku untuk mandi saat itu juga. Tapi perutku mengiba ”mandinya nanti saja…”.

Mengakhiri ritual pagiku,
sarapan pagi nasi sambal goreng ‘Saripa’ berbungkus daun pisang, teh manis
tubruk khas Jogja, bersama keluargaku di ruang makan sekaligus ruang keluarga.
Sebuah ruangan yang masih juga bermandikan cahaya matahari pagi, yang masuk
menabrak kaca besar berbingkai kusen kayu bercat hijau. Benar-benar nikmat untuk menghilangkan kejenuhan..

The Powerless Master of Science

Thursday, May 5th, 2005

Namanya
sederhana.

Belum genap 30
tahun usianya.

Berkulit hitam
gelap.

Bertubuh pendek,
berambut cepak.

Gesit.

Selain namanya
sendiri, total ada 4 embel-embel di depan dan di belakang.

H untuk haji yang
sudah dilaksanakannya 2004 lalu.

2 embel-embel di depan namanya menandakan dia lulusan Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor dan melanjutkannya ke strata lebih tinggi lagi, Doktor Insinyur.

Satu lagi
embel-embel Master of Science yang diraihnya belum lama ini dari sebuah
perguruan tinggi ternama di Australia.

Angin laut
pesisir selatan Madura tampak tenang mendengarkan keluhannya malam itu.

Ketidakberdayaannya
memperbaiki nasib nelayan di sekitarnya.

Ketidakmampuannya
membuat pemerintah setempat yakin dengan parahnya kondisi laut selatan Madura.

Suara tabuhan
tradisional dari arena pagelaran ruwatan desa malam itu sesekali menenggelamkan
suaranya yang mengungkap keinginan tidak akan pernah menyalahkan budaya.

Atraksi budaya
yang digelar dengan biaya 40 juta rupiah lebih malam itu, diharapkan nelayan
mampu mendatangkan ikan ke laut selatan Madura. Tak masuk di akal menurut sosok
yang kerap menjadi pemateri di seminar-seminar kelautan tingkat regional maupun
Nasional ini.

50 meter dari
arena tabuhan..ratusan perahu dengan hiasan meriah parkir di tepi pantai.
Perahu-perahu yang hanya bisa menjaring ikan dari perairan timur Madura. Karena
ikan-ikan sudah enggan berenang-renang di perairan selatan Madura.

And The Master of Science has no power to change these all conditions.

Tersenyumlah

Thursday, May 5th, 2005


Mengutip hasil riset para ahli kesehatan, suatu saat
majalah Psychology Today pernah menurunkan nasihat, "Kalau Anda melihat
seseorang tanpa senyum, berikan kepada mereka sedikit senyum yang Anda miliki."

Alasan dari nasihat, etika seseorang tersenyum, betapapun
sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah
zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus
juga memberi daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang. Suatu alat
pengangkat beban jiwa, begitu kira-kira.

Lebih menakjubkan lagi, dari riset itu juga diketahui
bahwa biar pun hanya diinstruksikan menampilkan wajah yang tersenyum, seseorang
akan memperoleh manfaat psikologis yang sama dengan orang yang sungguh-sungguh
tersenyum.

Dengan kata lain, meski hanya berpura-pura bahagia, tapi
dengan senyuman orang dapat membuat dirinya menjadi lebih sehat dan bahagia
betulan. Inilah yang membuat proses penuaan seseorang menjadi terhambat.

Dikaitkan dengan mantan presiden Soeharto, memang belum
sepenuhnya benar untuk mengklaim bahwa rahasia umur dan kekuasaannya yang
panjang hanya disebabkan oleh senyuman. Satu hal yang jelas, Soeharto memang
terbiasa memperlihatkan senyum dalam setiap penampilannya, sampai sulit
diinterpretasikan maknanya.

Dan lepas apakah senyuman itu tulus atau pura-pura, jika
mengacu pada hasil riset para ahli tadi, diketahui bahwa sistem kekebalan tubuh
Soeharto selalu meningkat berkat senyuman yang diperlihatkannya.

Kehilangan 385 Tawa

* Manfaat yang diperoleh dari senyum, menurut para ahli,
ternyata akan semakin berlipat ganda bila ditambah dengan tawa.

Sebagaimana diungkap Joan Coggin, M.D., seorang kardiolog
di University School of Medicine, Loma Linda, Amerika Serikat, kanak-kanak
rata-rata tertawa 400 kali dalam sehari. Sedang orang dewasa rata-rata hanya
tertawa 15 kali saja sehari.

Itu berarti manusia dewasa kehilangan 385 tawa seiring
dengan bertambahnya umur. "Padahal terbukti, tertawa bermanfaat bagi
kesehatan," kata Coggin.

Merujuk hasil riset yang pernah dilakukannya, doktor
bidang medis itu menjelaskan, tertawa memberikan relaksasi dan mengurangi stres.

"Setelah meninggikan sampai jumlah tertentu tekanan
darah dan irama jantung, tertawa langsung menurunkannya lagi sehingga
sensor-sensor perseptif meningkat dan menyebabkan Anda sanggup menghadapi tugas
dengan lebih baik," paparnya.

Dari riset yang lain, psikolog Alice M. Isen, Ph.D., dari
Cornell University juga menyimpulkan, mereka yang banyak menonton film komedi
mampu secara lebih baik menemukan solusi kreatif dalam memecahkan soal-soal
puzzle.

Sedang studi yang dilakukan William Fry, M.D., profesor
dari Stanford University, menunjukkan bahwa tertawa meningkatkan detak jantung
dan memperbaiki sirkulasi di jaringan otot yang membantu perjalanan
nutrisi-nutrisi dan oksigen ke dalam jaringan tubuh.

Menurut para ahli itu,
20 menit terbahak-bahak tertawa, setingkat dengan lima menit aerobik dalam
gerakan mendayung.

Dari berbagai sumber –