Road To Future
Travelling adalah
hal yang paling menyenangkan bagiku. Apalagi travelling sambil melihat langsung
‘dapur’ beberapa radio di 2 kota di jawa Timur.
Suara Surabaya.
Siapa sih yang tak kenal media ini? Sebuah media yang luar biasa dan tidak lagi
bergerak hanya di bidang media audio. Mengenal bapak Herru Soleh sebagai
Business Development Manager Suara Surabaya FM 100 seperti menemukan guru baru
tentang bisnis dan SDM. Menyapa Yoyong seperti mengikis stigma keangkuhan
sebuah media besar. Berbicara tentang marketting dengan Birom dan Wijang
seperti membuka sebuah album masa depan cerah bagi media radio.
Mercury Group.
Meski keengganan sempat menghinggapi pimpinan salah satu radio dalam group ini,
akhirnya Mercury Group menjadi salah satu agenda dalam perjalanan bisnisku kali
ini. Sebuah potret lain radio di Surabaya. 4 buah radio dengan segmentasi
berbeda berada dalam 1 gedung berlantai 3 dan 1 orang pemilik. 88,1 Kota FM
Dangdutnya Surabaya – Global FM 90,90 – DJ FM 94,8 – 96 Mercury FM.
Menjelang sore,
macetnya jalanan A. Yani Surabaya yang menghubungkan kota Surabaya dan Sidoarjo
menghambat perjalanan 2 buah mobil rombongan yang bergerak menuju kota
Sidoarjo. Sebuah radio yang masih dalam 1 payung dengan Suara Surabaya Media
menjadi sasaran berikutnya, GIGA FM. Radio yang segmentasinya untuk perempuan
(tapi mereka memastikan radio ini bukan female radio), krunya memang didominasi
perempuan berpenampilan feminin. Nyaris sesuai dengan image radio yang berusaha
dibentuk. Tak heran kalau kawan-kawan perjalananku kali ini begitu antusias
bertanya. Didukung kantor yang secara keseluruhan layak disebut nyaman. Mulai
dari pintu masuk, ruang redaksi, siaran, produksi, ‘living room’ yang tembus
cahaya matahari, musolla, sampai ruang meeting di lantai 2.
Di luar
perkiraan, perjalanan Surabaya Jember lebih cepat. Sekitar jam 6 selepas magrib
dari Sidoarjo, jam 9 rombongan sudah berkeliling di seputaran kota Jember
mencai-cari tempat makan. Karena kunjungan ke 101,3 Prosalina FM direncanakan
besok paginya. Perjalanan hari ini pun
berakhir dengan menginap di sebuah hotel sederhana, karena sejak 3 hari
sebelumnya hotel-hotel yang menjadi target sudah full booked.
Pagi yang cukup
cerah menyapa hari terakhir perjalanan ku di kota besar ketiga di Jawa Timur
setelah Surabaya dan Malang. Tapi cerahnya pagi itu tak sinkron dengan mood ku
untuk memulai hari. Karena pihak hotel terlupa tidak menyajikan makan pagi
untuk kamar 115 yang kutempati bersama seorang penyiar senior. Ditambah lagi,
dari rekan lain baru kutahu kalau kamarku tertukar dengan anggota rombongan
lainnya, jadilah semalam tidur tanpa AC. Maka agenda pertama sebelum ke Prosalina adalah makan pagi hanya untuk
aku dan room mate ku di seputaran kampus UNJEM (Universitas Jember).
Sebuah kantor berlantai 2, berhalaman luas, tepat di ujung pertigaan
Jl.Jawa dan Jl. Karimata kota Jember. Posisi kantor itu Tusuk Sate kalau orang
Jawa bilang. Bertemu kangen dengan mbak
Heli, Ongki dan Hasto ‘Brad Pitt’ menjadi obat bad mood pagi itu. Ditambah lagi
dengan bertemu dengan lebih dari 10 kru yang diperkenalkan secara bergiliran.
Ramah. Untuk menutup perjalanan hari ini rombongan mampir ke KISS FM yang masih
1 atap dengan Prosalina. Meski tak bertemu dengan ‘sing mbaurekso’ beberapa kru
siarku sempat berdialog dengan kru KISS. Seolah menjanjikan untuk kembali lagi,
kubalas lambaian tangan 2 kru Prosalina yang mengantar sampai di ‘pintu
gerbang’ Kota Jember. Seolah ingin mengucap terima kasih sebanyak-banyaknya
atas semua kebaikan mereka menjadi bagian perjalanan ini. Kepada semuanya, pak
Herru SS, Yoyong SS, Birom SS, Eddy SSonline, Rudy Mercury, Adi Rifi GIGA,
Wijang GIGA, jeng Heli Prosalina, Hasto ‘Brad Pitt’, Ongki, AgaKISS, and so on
and so on…that couldnt mention one by one..thanks for all of you ..for making a
brighter picture of future..