Oalah BBM….

Seperti mengejar
matahari, sepeda motor dipacu dengan kecepatan tinggi, meninggalkan pantai
berpasir putih di Sumenep. Langit mulai meredup dan semu merah, pertanda
sebentar lagi gelap gulita. Sesekali aku menoleh ke belakang untuk memastikan
temanku yang lain tidak salah jalan. Maklum, mereka baru kali ini ke
Sumenep…jauh-jauh datang dari Sidoarjo. Tepat di sebuah perempatan, aku
putuskan untuk menunggu temanku itu. 5 menit menunggu, datang sebuah Sandek
(baca SMS)”Aku kehabisan bensin..Balik bawa bensin..”

Otomatis aku dan
joki mengitari ruas-ruas perempatan untuk membeli bensin eceran. Aku lihat
setiap 5-10 meter ada kios bensin. Tapi hasilnya nihil, karena kios-kios itu
memajang botol-botol kosong. Akhirnya sepeda motor tanpa bensin itu didorong
dengan sepeda motor lain sampai menemukan kios yang masih punya persediaan
bensin. Karena SPBU terdekat masih sekitar 20 kilometer lagi. Dengan lihai
jokiku menjejakkan kakinya di foot step belakang bangkai besi itu, sementara
kecepatan kendaraan tak kurang dari 60km/jam. Sesekali kakinya pindah ke bagian
belakang jok.

Setelah 20 menit
mentandem sepeda motor, ketemu juga kios yang memajang botol Topi Miring berisi
bensin. Tampaknya baru saja diisi, karena sebuah jerigen ukuran 20 literan
masih ada di sekitar kios itu.

“Kok kosong semua
Bu..bensinnya?” kutanyakan pada pemilik kios yang sedang menuang 2 botol bensin
@Rp.3000,-. Aku tidak keberatan membayar dengan harga jauh dari yang di SPBU,
daripada dorong 20 kilometer lagi….Lagipula wajar pedagang itu menaikkan
harga segitu, untuk transport angkut dan uang lelah antri mungkin…

“Iya mbak,
sekarang dijaga polisi di POM..Ini saja saya antri mulai duhur..”

Hmm..dampak UU
Migas ne..pikirku..Sepanjang perjalanan
yang mulai gelap, aku membayangkan..seandainya tidak ada kios itu tadi, pasti
kami masih mendorong ‘bangkai besi’ itu sampai di SPBU terdekat (20 kilometer
bo…..)

Di SPBU terdekat,
antrian sudah tampak. Sepeda motor, pickup, mobil-mobil kelas sedan, truk, dan
becak-becak yang memuat jerigen juga ikut antre. Melihat becak itu aku cuma
berpikir..ah..mereka berusaha mendekatkan BBM dengan konsumen. Meskipun mungkin ada diantara mereka yang berniat
‘menimbun’ untuk  persiapan kenaikan
harga BBM 1 Oktober 2005.

Becak-becak itu
masih beruntung, pemilik kios masih beruntung, sopir-sopir itu masih
beruntung..karena hanya perlu antri dalam hitungan jam. Aku gak bisa bayangkan
warga di kepulauan yang harus menunggu BBM (yang telat sampai di SPBU),
sementara BBM yang akan dikirim ke pulau itu ditahan polisi di pelabuhan karena
dianggap penyaluran BBM illegal.

Jam belum juga
sampai di 8.30 malam, ketika mengantar teman-temanku ke terminal Wiraraja
Sumenep. Niatku mengganti bensin yang terpakai sepanjang perjalanan ke pantai
tadi. Sekitar 2 literan. Ternyata SPBU di kota sudah tutup, meski disitu
jelas-jelas tertulis buka 24 Jam. Tak jauh dari SPBU, sebuah kios menjual
bensin 2500 an per liter (kok bisa…). Tak ada polisi di sekitar situ.

Besoknya..di Pamekasan..kulihat antrian semakin menggila. Pagi-pagi
mobil parkir berjejer 2 kilometer dari pintu masuk SPBU. Karena sepeda motor
‘dinas’ku nyaris kosongan tanki bensinnya, jadilah beli bensin eceran. 5000/liter! Harga di pusat kota, hanya sekitar 3 kilometer dari SPBU teramai di Madura.
Hari itu juga aku baca info di milis, rencana kenaikan BBM salah satu upaya menjatuhkan Presiden sekarang. Wow..aku bukannya tak setuju dengan jatuh menjatuhkan pemimpin yang sekarang jadi trend di Indonesia, tapi aku tak suka dengan memakai BBM sebagai alat. Sangat kep#*@t!
Apa yang bakal terjadi tanggal 1 Oktober nanti??
Sudah saatnya beralih ke kendaraan bebas BBM???

3 Responses to “Oalah BBM….”

  1. Joko Says:

    Di kampung tempat orang tua gw tinggal (solo), sdh banyak warung makan (Warteg) yg pada tutup karena ngga ada minyak tanah…
    Maka dari itu gunakanlah Speda Goesh, tanpa BBM, tanpa polusi, sehat lagi hehehe ….

  2. Dian Says:

    Ya..ya..promosi nge-gowes niye…Maunya seh..lagi liat-liat brosur ne Pak Joko….Enaknya beli yang kayak apaan ya…biar bisa ikutan SJN 6 nanti…heheheh Reuni gitulohhhh

  3. Dian Says:

    Seorang teman Salah posting ne…makanya aku pindah..
    **
    masalah bensi ????……

    Memang manusia yang rakus membuat kejadian ini dan tidak adanya kesadaran diri ………. you now that?………

    rangkuman nya aku sih kamu belajar mendorong gesi bangkai yang beratnya lebih dari 50 kg sebelum kamu mendorong dan mengenjot besi yang beratnya max 15 kg he……he…….

    regard

    Posted by: Yusup | September 29, 2005 02:32 AM
    **

Leave a Reply