Edisi tanpa Fokus

Harapan untuk
menjalani puasa dengan lebih adem tampaknya mulai terwujud..Karena sejak Sabtu
lalu beberapa wilayah di Madura diguyur hujann..deras..Sebelum hujan turun suhu
udara di Madura luar biasa panasnya…Menurut catatan BMG Maritim Perak Juanda
suhu maksimum sempat tercatat 36 derajat celcius. Aku masih beruntung karena
lebih banyak bertugas di dalam ruangan ber AC. Tapi udara panas tak bisa
kuhindari ketika pulang dari kantor. Setiap malam tak pernah berhenti dari
kegiatan kipas-kipas, terutama setelah buka puasa dan saat taraweh. Ruarrrrr
biasaaa panasnya..aliran keringat selalu terasa di sekujur tubuh..

Tapi
sekarang…matahari jarang sekali muncul..Posisinya digantikan awan yang
menyebar sayap kelabunya tepat di bawah langit yang biru. Otomatis ruang udara
jadi gelap dan dingin. Semakin dingin ketika angin berhembus. Sampai-sampai
beberapa ruangan di kantorku mematikan AC. 2 hari terakhirpun aku tidur tak
lepas dari selimut, sesuatu yang sama sekali tak pernah kulakukan sejak puasa
dimulai.

Mestinya puasa
lebih khidmat dengan cuaca seperti ini. Tapi tampaknya ada godaa lain yang
membuat puasa tak sesempurna yang aku harapkan. Misalnya, taraweh tak lagi
kulakukan berjemaah di rumah tetangga. Entahlah, lebih asik bertaraweh sendiri.
Mungkin karena aku belum menemukan keasikan bertaraweh seperti di masjid
kampusku dulu..Sangat..sangat…tumaknina menurutku. Berangkat jam setengah 7
pulang menjelang jam 9 malam. Komplit, selain dapat taraweh aku juga dapet
ceramah sebelum sholat witir. Sesekali ceramahnya dari ulama-ulama besar di
Malang waktu itu. Saat sholat shaf nya juga sangat rapat.

Dengan berteraweh
‘solo’ saat ini aku memang belum bisa se’tumaknina’ ketika di masjid kampus
dulu. Tapi setidaknya aku bisa lebih konsentrasi, dan merasakan sedang
berkomunikasi..

Langit masih mendung..bumi masih basah..tapi lembayung di ufuk barat sedikit membias..dan kumandang ayat suci Al-Quran mulai menggema..pertanda sebentar lagi buka puasa..Semoga kita bisa memanfaatkan kesempatan meningkatkan ibadah…

Ngabuburit di depan komputer, cuaca Pamekasan mendung sejak pagi 17 Oktober 2005

Leave a Reply