The Three Musketeers

Hampir 5 tahun
aku menggeluti dunia radio. Mulai dari bidang jurnalistik, program, marketting,
dan tentu saja manajemen. Dalam kurun waktu hampir 5 tahun itu, banyak yang
sudah aku ketahui, sedangkan yang aku tidak ketahui jauh lebih banyak. Selama
hampir 5 tahun itu aku mengenal banyak guru. Yang bisa membuat aku tahu
tentang ekonomi kata, tentang 5W+1H,
tentang sound byte, insert, feature, filler, tagline, branding, Undang-undang
Penyiaran, Undang-undang Ketenagakerjaan, sampai bagaimana berteman yang baik.

Dalam waktu
kurang dari 5 tahun itu, aku mencoba mengenali dunia yang kabarnya di Indonesia
tak ada sekolahnya ini. Aku menuntut diriku sendiri untuk menguasai dunia yang
tidak mudah diukur oleh angka itu. Setidaknya untuk salah satu bidang di satu
lingkup wilayah. Di 2 hal itu juga aku mengenal 3 tokoh yang masih sangat layak
dijadikan referensi. Menurut aku, mereka adalah pilar radio di Jawa Timur.
Karena dalam banyak kesempatan di Indonesia, mereka selalu muncul. Baik
bersamaan atau sendiri-sendiri. Kamu tahu siapa mereka? Siapa lagi kalau bukan
Errol Jonathans dari Radio Suara Surabaya, Ari R. Maricar dari Radio Panorama
Pasuruan, dan Djoko WC (istilah ini sering menjadi guyonan di kalangan
orang-orang radio sendiri..) dari Radio El Bayu Gresik.

Bukan hal mudah
bertemu mereka dalam 1 kesempatan. Tapi kesempatan itu kudapat juga saat
menjadi peserta Pendalaman dan Konseling Standart Kelayakan Radio Siaran
Indonesia di Surabaya awal Oktober ini. Acara itu digelar untuk mempersiapkan
insan radio Jawa Timur menghadapi Fit And Proper Test untuk perpanjangan ijin
penyiaran oleh KPID. ‘The Three Musketeers’ menjadi bagian dari sekitar 7
instruktur yang disediakan Panitia. Mereka bertiga saling melengkapi. Untuk
urusan jurnalistik, program, periklanan, atau penyiaran secara umum. Masih
banyak yang lain sebenarnya yang bisa memberi input tentang radio. Tapi aku
merasa pas dengan input dari 3 orang itu. Entah karena cara penyampaiannya atau
memang materinya.

Di tengah kegamanganku berada di dunia radio seperti saat ini, ada sedikit optimisme yang kembali muncul. Optimis aku bisa memperjuangkan nasib teman-teman kerjaku, optimis bisa memberikan yang terbaik untuk pendengar, optimis menjadi radio nomer 1 di Madura, bahkan optimis suatu saat akan menjadi seperti The Three Musketeers….Who Knows…

Catatan kecil dari 3 hari di Santika Pandegiling Surabaya, 1-4 Oktober 2005

Leave a Reply