Detik..detik….
Membuka kembali
tulisan pertama blog ku aku tersenyum..
Tak pernah
terpikir akan ada angin..air..atau apapun yang bisa membawaku kembali ke kaki
gunung..
Tanpa aku
sadari..
Tampaknya
sekarang aku harus berkemas untuk segera turun gunung..
Menanggalkan ambisi
untuk menjejakkan kaki di puncak gunung yang lebih tinggi..
Ucap selamat
tinggal pada angin kencang yang selalu melewati puncak itu..
Dengan segala
tantangan dan resikonya..
Semua tak lain
karena kehendak Nya, yang tak bisa ditolak ataupun diraih semau kita.
**
Melihat tawamu
mendengar senandungmu..
Terlihat jelas di
mataku warna-warna indahmu..
Menatap langkahmu
meratapi kisah hidupmu..
Terlihat jelas
bahwa hatimu anugerah terindah yang pernah kumiliki…
Sifatmu nan slalu
redakan ambisiku..
Tepikan khilafku
dari bunga yang layu..
Saat kau disiku
kembali dunia ceria..
Tegaskan bahwa
kamu..
Anugerah terindah
yang pernah kumiliki…
**
Semoga Tuhan
selalu memberi petunjuk dalam perjalananku berikutnya
Menuruni
gunung..yang sudah kudaki cukup lama..
Menghabiskan
waktu sebagai ‘orang biasa’
Membangun
keluarga yang sakinah..mawaddah..warahmah
Amin.
November 23rd, 2005 at 1:29 am
Kok bisa ya…