Archive for December, 2005

End Of Year

Monday, December 26th, 2005

Menjelang akhir
tahun 2005..Sudut kota Pamekasan seperti biasa dipenuhi terompet berwarna warni
dan gemerlap. Meski tak seramai akhir tahun lalu, para pedagang terompet yang
datang dari daratan Jawa itu seperti tetap optimis ada warga yang membutuhkan
terompet untuk menutup tahun 2005. Sementara hujan mengguyur hampir setiap
hari..sepanjang hari..sedikit sekali kesempatan terompet-terompet itu
‘melambaikan tangan’ pada calon pembeli. Karena mereka lebih banyak ditutupi
plastik kusam agar terhindar dari air hujan.

Terompet-terompet
itu juga belum tentu bisa bersahut-sahutan suara tepat di malam tahun baru.
Kalaupun bisa, pastilah bukan di jalanan seperti biasanya. Karena cuaca memang
kurang mendukung tampaknya. Kecuali ada orang yang nekat bermalam tahun baru
dan meniup terompet di jalanan meski hujan mengguyur..

Aku sendiri belum
tahu saat pergantian tahun nanti berada dimana dan punya agenda apa..Bisa jadi
akan berada di Surabaya menunggu saat keberangkatan ke Jakarta. Bisa jadi sudah
berada di perjalanan menuju Jakarta..Bisa jadi sedang sibuk-sibuknya packing di
rumah. Beberapa teman berharap bisa bertemu di Surabaya sebelum aku hijrah ke
Jakarta. Tapi entahlah..tiket keberangkatan saja belum aku pegang..

Meski begitu aku
mencoba membayangkan hari-hariku di tahun 2006. Meninggalkan teman-teman kerja
disini yang mengaku kehilangan semangat kerja setelah tahu aku akan resign per
Januari 2006…Kemudian berganti dengan lingkungan baru..keluarga baru..teman
kerja baru…semakin jauh dari orang tua yang setia menunggu kedatanganku di
akhir pekan..semakin jauh dari adik-adik yang tak pernah bosan memberiku
masukan..dan semakin dekat dengan calon pendamping hidupku..

Menurut seorang
sahabat, aku sudah menutup tahun 2005 ini dengan begitu indah..meski selama
tahun 2005 terasa cukup berat bagiku. Semoga..tahun 2006 akan jadi
milikku..ketika semua keinginanku terwujud di tahun ini..

SeLaMaT TaHuN
BaRu 2006..

 

Siapa Suruh Datang Jakarta..

Tuesday, December 13th, 2005

Ibu kota sedang berhati
tenang..bersahabat..dan menyambut baik kehadiranku. Mungkin karena aku datang
dengan niat baik hehehhe..

**

Kereta
Argo Bromo-Anggrek pagi mengantar aku ke Jakarta, terlambat 1 jam dari jadwal
yang tertera di tiket. Alternatif termurah tapi nyaman, karena tiket pesawat
saat itu hampir mendekati angka 300 ribu rupiah, sementara kereta 200 ribu saja
gak sampai. Surprise..begitulah sambutan teman-teman dan saudara yang kuberitahu
lewat Sandek (Pesan Pendek, baca: SMS) kalo aku sedang on the way ke Jakarta.
Karena memang biasanya bisa sampai disana kalau ada urusan pelatihan saja.
Menyenangkan, ketika mereka berharap aku berhasil melalui tahapan wawancara di
sebuah lembaga pelatihan broadcast.

Hujan
menyambut kedatanganku. Kemacetan tidak terlalu menggangu karena memang sudah
lewat jam macet. Lantunan Nothing Gonna Change my Love For You dari George
Benson..Dont Sleep Away This Night dari Daniel Sahuleka.. Shoulder To Cry On
dari Tomy Page..If You Leave Me Now dari Chicago dan lagu bergenre sama
lainnya.. seperti menambah kuat sambutan hangat Jakarta. Kalau aku sebut
suasana romantis kurang tepat..karena di mobil cokelat milik perusahaan
distribusi pelumas untuk industri itu ada 4 makhluk sekaligus. Mereka rame, dan
berceloteh khas orang Jakarta, elo..gue..belagu..dan bahasa betawi lainnya yang
menjauhkan dari suasana romantis.

Hari-hari
berikutnya, aku seperti larut dalam denyut nadi Jakarta. Menelusuri jalanan
dari Pamulang menuju Lebak Bulus dengan sebuah angkutan kota berkode C15, atau
duduk tenang dalam bis mini 69 dari Kebayoran menuju Ciledug lanjut dengan
angkutan C12 menuju Cipadu seperti meyakinkan aku kalau Jakarta tak sekejam ibu
tiri. Entah, mungkin karena aku melakukan perjalanan itu diluar jam padat,
sehingga semuanya berjalan aman. Naik angkot kebablasan pun, tidak membuat aku
resah apalagi gusar karena denagn begitu aku bisa melihat lebih banyak suasana
Jakarta. Cipadu dengan sederet pertokoan textil berharga miring, mengingatkan
aku pada Wedoro, sebuah pusat penjualan home industry sepatu dan sandal di
Sidoarjo Jawa Timur.

Selebihnya
aku menghabiskan waktu berjalan dengan sebuah sepeda motor Tiger biru, yang
kadang menyulitkan pergerakan di tengah jebakan kemacetan. Menembus gelapnya
malam yang basah oleh air hujan..menerobos teriknya matahari yang bercampur
asap kendaraan bermotor.. Tapi semuanya kuanggap menyenangkan, bukan hanya
karena dengan siapa aku melakukannya..

Medio 7-10 Desember 2005

Sudah Desember…

Friday, December 2nd, 2005

Tahun 2005 mo
habis…Aku mencoba mengingat kembali bulan-bulan di tahun 2005. Januari,
Februari, Maret..dst..Yang aku ingat tentang Januari..sebuah perjalanan ke
sebuah kota di perbatasan barat Jawa Timur-Jawa Tengah. Aku menghadiri pernikahan
kakak sahabatku. Aku cuma dipesani agar cepat menyusul. Ya..mudah-mudahan.

Februari…hmmm
.apa ya…?Di Surabaya, aku bertemu dengan sohib-sohib dari Bojonegoro dan
Jakarta..Seorang sahabat dari Jakarta datang khusus ke Jawa Timur untuk merebut
cintanya kembali. Tapi entah..bagaimana endingnya sekarang…mudah-mudahan yang
terbaik saja buat dia.

Maret..sebuah
musibah menimpa tempat kerjaku. Tower radio setinggi 80 meteran roboh kena
angin. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau luka, meski aku dan program
director waktu itu sedang berada di ruang yang direbahi langsung si tower.
Semingguan radioku hanya sunyi, tanpa bunyi. Selama off itu aku gunakan untuk
jalan ke Malang dan Surabaya, ngelmu sambil refreshing.

April..ya..April
itu genap aku berusia 2 tahun di tempat aku bekerja sekarang. Dan di usia
itu..aku mendapat tempat baru untuk mengawasi keseluruhan aktivitas siar. Baik
pemberitaan, penyiaran, musik, dan iklan. Sebuah kepercayaan yang tidak pernah
aku duga sebelumnya. Aku tak mau tahu alasan aku bisa ditempatkan disitu.
Sebuah tantangan yang tidak mudah bagiku.

Mei..aku lupa.
Juni…aku juga lupa..Sebentar..oya, selama Mei-Juni aku menjadi ‘pion’ untuk
menyelesaikan masalah PHK karyawan. Kuanggap ini musibah. Sebuah kesalahan dan kelalaian administrasi
berbuntut gugatan ke Disnakertrans. Sebuah pengalaman baru bagiku, ketika harus
beradu argumen seputar hukum dan ketenagakerjaan. Meski akhirnya perusahaan
kalah karena memang salah, aku mendapat pelajaran banyak dari situ. Teman-teman
kerja juga akhirnya lebih berhati-hati.

Juli….tanggal
2-3 Juli ada Reuni Akbar Impala Unibraw. Rame tuh yang datang, mulai anggota
yang sudah beranak 5 udah pada SMP anak-anaknya..sampai yang masih kuliah di
semester 1 ada. Anggota angkatan tahun 1976 dengan nomer urut 1 juga dateng jauh-jauh
dari Jogja, pembawaannya sudah seperti Eyang Kakung, tapi dengan santai semua
anggota memanggilnya Mas. Meski dia sendiri punya julukan Mbah. Anggota senior
yang sekarang aktif di kampanye anti HIV-AIDS di Papua juga datang khusus di
reuni itu. Dari Semarang..Jakarta..sebagian besar datang bersama
anak-istri/suaminya. Reuni mendatang apakah aku akan datang dengan
keluargaku?yah..wallahua’lam. Oya sebelum datang ke reuni itu aku dan
teman-teman sempatkan berkunjung ke Gresik, karena salah 1 sahabatku
melahirkan. Seorang bayi laki-laki lucu dan sehat. Sahabatku dan ibunya tak
pernah bosan mengingatkan aku agar segera menyusul..Ya..aku cuma minta doa
mereka saja biar aku cepat menyusul.

Agustus..rasanya
kok tak ada yang istimewa di bulan ini. Paling kesibukan di kantor..sedikit
‘reshuffle’ di kru siar.

September…tanggal
2-4. Aku putuskan untuk ikut membantu gawe seorang teman di Bromo dan Malang.
Awalnya sempat ragu-ragu ikut acara itu karena di bulan September sudah ada
beberapa agenda yang mengharuskan aku bolos kantor. Minggu kedua sepupuku
menikah, Minggu ketiga sahabatku di Pati Jawa Tengah menikah juga. Tapi
ya..karena itung-itung sudah lama tidak ‘bercumbu dengan alam’ kuputuskan saja
berangkat. Ternyata rombongan kecelakaan di Bromo..salah satu dari bis yang
membawa rombongan terguling. Masih beruntung tidak ada korban jiwa, hanya luka
dialami seorang wartawan TV yang rencananya meliput kegiatan itu..Disinilah Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki kutemui untuk pertama kalinya. Akhir dari perjalanan di
acara itu..tampaknya menjadi awal dari sebuah perjalanan hidupku
berikutnya..Semoga.

Oktober..bulan
puasa. Menjadi bulan yang berat. Mungkin benar..semakin tinggi pohon semakin
kencang pula angin yang meniup pohon itu. Beruntung aku seperti diingatkan oleh
Tuhan lewat masalah-masalah itu. Masalah-masalah yang rasanya sulit diterima
akal sehat, tapi nyatanya ya ada..

November..diawali
hari kemenangan umat Islam setelah sebulan menahan napsu, lapar, dan haus.
Seperti manusia yang terlahir kembali..Seperti biasa, keluarga nyekar dan
saling mengunjungi untuk bersilaturahim. Masih dalam suasana lebaran..sebuah
awal perjalanan panjang benar-benar dimulai. Kesamaan niat, kesamaan
‘visi-misi’ dan keberanian berkomitmen, maka bismillahirrohmanirrohim membuka
perjalanan itu. Dengan 1 harapan, semoga Allah SWT meridoi, melancarkan dan
mempermudah segalanya sampai kapanpun.

Desember..aku hanya berharap ..tahun penuh musibah ini segera berakhir. Lalu berganti dengan tahun yang penuh berkah dan limpahan rahmad Nya. Aku juga berharap agar aku tak pernah lupa bersyukur, dengan apa yang aku miliki saat ini. Kupersiapkan kemantapan langkahku menuju bulan Januari 2006.