Tahun 2005 mo
habis…Aku mencoba mengingat kembali bulan-bulan di tahun 2005. Januari,
Februari, Maret..dst..Yang aku ingat tentang Januari..sebuah perjalanan ke
sebuah kota di perbatasan barat Jawa Timur-Jawa Tengah. Aku menghadiri pernikahan
kakak sahabatku. Aku cuma dipesani agar cepat menyusul. Ya..mudah-mudahan.
Februari…hmmm
.apa ya…?Di Surabaya, aku bertemu dengan sohib-sohib dari Bojonegoro dan
Jakarta..Seorang sahabat dari Jakarta datang khusus ke Jawa Timur untuk merebut
cintanya kembali. Tapi entah..bagaimana endingnya sekarang…mudah-mudahan yang
terbaik saja buat dia.
Maret..sebuah
musibah menimpa tempat kerjaku. Tower radio setinggi 80 meteran roboh kena
angin. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa atau luka, meski aku dan program
director waktu itu sedang berada di ruang yang direbahi langsung si tower.
Semingguan radioku hanya sunyi, tanpa bunyi. Selama off itu aku gunakan untuk
jalan ke Malang dan Surabaya, ngelmu sambil refreshing.
April..ya..April
itu genap aku berusia 2 tahun di tempat aku bekerja sekarang. Dan di usia
itu..aku mendapat tempat baru untuk mengawasi keseluruhan aktivitas siar. Baik
pemberitaan, penyiaran, musik, dan iklan. Sebuah kepercayaan yang tidak pernah
aku duga sebelumnya. Aku tak mau tahu alasan aku bisa ditempatkan disitu.
Sebuah tantangan yang tidak mudah bagiku.
Mei..aku lupa.
Juni…aku juga lupa..Sebentar..oya, selama Mei-Juni aku menjadi ‘pion’ untuk
menyelesaikan masalah PHK karyawan. Kuanggap ini musibah. Sebuah kesalahan dan kelalaian administrasi
berbuntut gugatan ke Disnakertrans. Sebuah pengalaman baru bagiku, ketika harus
beradu argumen seputar hukum dan ketenagakerjaan. Meski akhirnya perusahaan
kalah karena memang salah, aku mendapat pelajaran banyak dari situ. Teman-teman
kerja juga akhirnya lebih berhati-hati.
Juli….tanggal
2-3 Juli ada Reuni Akbar Impala Unibraw. Rame tuh yang datang, mulai anggota
yang sudah beranak 5 udah pada SMP anak-anaknya..sampai yang masih kuliah di
semester 1 ada. Anggota angkatan tahun 1976 dengan nomer urut 1 juga dateng jauh-jauh
dari Jogja, pembawaannya sudah seperti Eyang Kakung, tapi dengan santai semua
anggota memanggilnya Mas. Meski dia sendiri punya julukan Mbah. Anggota senior
yang sekarang aktif di kampanye anti HIV-AIDS di Papua juga datang khusus di
reuni itu. Dari Semarang..Jakarta..sebagian besar datang bersama
anak-istri/suaminya. Reuni mendatang apakah aku akan datang dengan
keluargaku?yah..wallahua’lam. Oya sebelum datang ke reuni itu aku dan
teman-teman sempatkan berkunjung ke Gresik, karena salah 1 sahabatku
melahirkan. Seorang bayi laki-laki lucu dan sehat. Sahabatku dan ibunya tak
pernah bosan mengingatkan aku agar segera menyusul..Ya..aku cuma minta doa
mereka saja biar aku cepat menyusul.
Agustus..rasanya
kok tak ada yang istimewa di bulan ini. Paling kesibukan di kantor..sedikit
‘reshuffle’ di kru siar.
September…tanggal
2-4. Aku putuskan untuk ikut membantu gawe seorang teman di Bromo dan Malang.
Awalnya sempat ragu-ragu ikut acara itu karena di bulan September sudah ada
beberapa agenda yang mengharuskan aku bolos kantor. Minggu kedua sepupuku
menikah, Minggu ketiga sahabatku di Pati Jawa Tengah menikah juga. Tapi
ya..karena itung-itung sudah lama tidak ‘bercumbu dengan alam’ kuputuskan saja
berangkat. Ternyata rombongan kecelakaan di Bromo..salah satu dari bis yang
membawa rombongan terguling. Masih beruntung tidak ada korban jiwa, hanya luka
dialami seorang wartawan TV yang rencananya meliput kegiatan itu..Disinilah Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki kutemui untuk pertama kalinya. Akhir dari perjalanan di
acara itu..tampaknya menjadi awal dari sebuah perjalanan hidupku
berikutnya..Semoga.
Oktober..bulan
puasa. Menjadi bulan yang berat. Mungkin benar..semakin tinggi pohon semakin
kencang pula angin yang meniup pohon itu. Beruntung aku seperti diingatkan oleh
Tuhan lewat masalah-masalah itu. Masalah-masalah yang rasanya sulit diterima
akal sehat, tapi nyatanya ya ada..
November..diawali
hari kemenangan umat Islam setelah sebulan menahan napsu, lapar, dan haus.
Seperti manusia yang terlahir kembali..Seperti biasa, keluarga nyekar dan
saling mengunjungi untuk bersilaturahim. Masih dalam suasana lebaran..sebuah
awal perjalanan panjang benar-benar dimulai. Kesamaan niat, kesamaan
‘visi-misi’ dan keberanian berkomitmen, maka bismillahirrohmanirrohim membuka
perjalanan itu. Dengan 1 harapan, semoga Allah SWT meridoi, melancarkan dan
mempermudah segalanya sampai kapanpun.
Desember..aku hanya berharap ..tahun penuh musibah ini segera berakhir. Lalu berganti dengan tahun yang penuh berkah dan limpahan rahmad Nya. Aku juga berharap agar aku tak pernah lupa bersyukur, dengan apa yang aku miliki saat ini. Kupersiapkan kemantapan langkahku menuju bulan Januari 2006.