The First Twenty One Months

3 January 2006, ‘rumah’ baruku lepas magrib itu cukup riuh. Kalo biasanya hanya ada aku dan seorang pekerja anak, kali ini ada Om ku,tante,ibunya,dan 2 orang adiknya, dan seorang pendatang baru di dunia, bayi perempuan berusia 3 hari. Adik tanteku yang bekerja di Unocal sibuk membalik-balik sebuah buku yang ingin segera diisi,

“Ci, masih inget gak first nine months nya dulu gemana?”

Tanteku yang keturunan tionghoa itu mencoba mengingat-ingat saat pertama dinyatakan hamil,” Oya..waktu itu tanggal 2 april..”

Sayang buku semacam diary itu baru didapat setelah si bayi lahir, jadi Tanteku agak kesulitan mengingat detail apa saja yang  terjadi selama sekitar 9 bulan lalu.

4 January 2006, The First Twenty One Months. Kelancaran perjalanan Pasar Minggu – Cilandak membuka lembaran pertama hari kerjaku di Internews Indonesia. Rapat program bersama 7 orang bagian program seperti sebuah ketukan pintu menuju perjalanan panjang mengembangkan sebagian kecil radio di Sumatera Utara dan Jawa. Sebuah travel mate Acer 380 akan menjadi partner setia kerjaku.

*

Dalam rapat program terungkap tentang keberadaan radio-radio (news) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak semuanya sehat dan exist. Terutama di beberapa daerah ‘tanggung’ di Jawa Tengah. Radio setempat tak mampu bersaing dengan ‘radio transmigran’. Pendengar lebih memberi tempat kepada radio pendatang itu ketimbang radio lokal…

Sementara di Jawa Timur..mungkin kondisinya lebih mendingan, radio transmigran belum mampu menggeser radio lokal yang sudah cukup kuat mengikat pendengar.

*

Senja mulai menghampiri, dan saatnya aku kembali ke ‘rumah’. Kutinggalkan kantor ketika tinggal beberapa orang saja yang belum pulang. Mengikuti saran orang-orang, aku pulang melewati jalur berbeda dengan ketika aku berangkat. Meski sedikit macet, kunikmati saja. Kupikir inilah yang akan kujalani sekitar 21 bulan ke depan.

Jakarta, January 2005

Leave a Reply